Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono (kanan, berpeci) dan Waka Polres Kompol Iskandar (dua kiri) memintai keterangan siswa SMA Trumon Tengah terkait pemotongan dana beasiswa Program Indonesia Pintar di Mapolres setempat, Selasa (3/7). Dok : Ist

ACEHSUMATRA,CO.ID, Tapaktuan – Kepolisian Resor Aceh Selatan sedang mendalami dan melakukan penyelidikan kasus tangkap tangan, pemotongan beasiswa yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah SMA Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Sebelumnya, Kepsek SMA Trumon Tengah, MY terbukti melakukan pemotongan uang beasiswa dari puluhan siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah dimaksud.

Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) mengamankan oknum Kepsek dan puluhan siswa di depan Bank Negara Indonesi (BNI), Jalan Merdeka, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Selasa 3 Juli 2018 sekitar pukul 12:00 WIB.

Ketua Satgas Saber Pungli yang juga Waka Polres Aceh Selatan, Kompol Iskandar, kepada awak media, Selasa (10/7) mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut.

Menurut Iskandar, tangkap tangan terhadap pelaku pemotongan dana beasiswa itu berawal dari kecurigaan tim Satgas Saber Pungli yang melihat siswa menggunakan seragam sekolah sedang berkerumun di depan BNI Pasar. Anggota lalu mencari tahu maksud keberadaan para siswa di bank negara tersebut.

“Menurut siswa yang dimintai keterangan, mereka sedang mengumpulkan uang, pemotongan dana beasiswa PIP. Dinilai cukup unsur sebagai tindakan melawan hukum, sehingga pelaku dan uang serta dua siswa itu kita amankan ke Polres Aceh Selatan untuk dimintai keterangan” sebut Iskandar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, MY terbukti melakukan pemotongan beasiswa PIP sebanyak Rp333.000 per siswa. Ada 37 siswa yang mendapatkan beasiswa program Presiden Joko Widodo itu dengan rincian, setiap siswa menerima dana bantuan senilai Rp1 juta.

“Berdasarkan hasil pengakuan Kepsek, uang itu dikumpulkan untuk keperluan komite sekolah dan sewa 2 unit minibus pikap untuk mengangkut 37 siswa dari Trumon Tengah ke Tapaktuan. Selanjutnya, ada juga biaya masuk ke lokasi pemandian Panjupian serta rekreasi siswa di daerah Bakongan dengan total pemotongan Rp333.000” sebut Kompol Iskandar.

Modus yang digunakan MY yaitu dengan tetap memberikan kartu PIP kepada siswa untuk melakukan penarikan uang. Selanjutnya, MY meminta dua siswa mengkoordinir pengutipan biaya pemotongan beasiswa tersebut.

Dilanjutkan oleh Iskandar, saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti uang hasil pemotongan sebesar Rp12.172.000, slip penarikan beasiswa dan daftar nama para siswa yang telah menyetorkan uang pemotongan tersebut.

Namun, ketika dikonfirmasi lebih jauh terkait status hukum oknum Kepsek dimaksud, Waka Polres menyebut belum menetapkan sebagai tersangka dan belum melakukan penahanan terhadap MY.

“Belum. Masih kita dalami dan kita kordinasikan dengan berbagai pihak. Sabar ya,” jawab Kompol Iskandar singkat.

Komentar