Kabid Program dan Perencanaan RSUD dr Yulidin Away, dr. Irnalita saat memberi keterangan kepada awak media di ruang direktur, Kamis (12/7). Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Tapaktuan — Tahapan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 sudah memasuki tahap pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg), perwakilan partai politik peserta Pemilu.

Penyelenggara telah menetapkan persyaratan bagi bacaleg yang ingin mendaftar harus melampirkan surat keterangan lulus uji kesehatan, kejiwaan dan bebas Narkoba.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Yulidin Away Tapaktuan, menjadi rujukan bagi bacaleg 4 kabupaten/kota.

Ke empat kabupaten/kota, yakni Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Singkil dan Aceh Barat Daya.

Dari 4 daerah itu, hanya rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Aceh Selatan ini yang tersedia poliklinik kejiwaan. Sehingga, bacaleg dari 3 kabupaten tetangga ramai mengirus surat lulus kejiwaan di rumah sakit ini.

Amatan acehsumatra.co.id, Kamis (12/7), suasana rumah sakit di Gampong Gunung Kerambil terlihat ramai. Sejumlah pria berpenampilan rapi terlihat datang secara berkelompok menuju gedung manajemen rumah sakit.

Di gedung itu, ternyata sejumlah pria tadi ingin mengikuti tes tulis kejiwaan.

“Mau ikut tes tulis kejiwaan bang,” tutur seorang pria asal Kota Subulussalam yang mengaku bingung mencari ruangan untuk tes kejiwaan.

Ia dan beberapa rekannya mengaku hanya mengikuti tes kejiwaan di rumah sakit regional ini. Sementara untuk tes kesehatan dan uji narkoba dilakukannya di daerah asal.

Membludaknya kunjungan ke rumah sakit Yulidin Away membuat petugas kewalahan. Lemahnya pelayanan petugas terlihat dari sejumlah peserta yang ingin mengikuti tes, tidak mendapat pelayanan maksimal.

Beberapa peserta terlihat bingung mencari ruangan. Hal ini menurut salah satu peserta dari Aceh Singkil, karena ketiadaan pemandu khusus bagi para bacaleg.

Dikonfirmasi terkait lemahnya pelayanan bagi para bacaleg, direktur RSUD Yulidin Away, dr. Faisal mengaku pihaknya tidak mendapat koordinasi yang cukup dari penyelenggara Pemilu, yakni Komisi Independen Pemilihan.

Melalui Kabid Program dan Perencanaan, dr. Irnalita, pihak manajemen juga mendapat keluhan dari petugas pelayanan medis.

“Beberapa hari ini atau mulai Senin lalu (9/7) petugas kami mengaku pulang telat terus, akibat melayani para bacaleg. Tidak seperti jadwal biasa,” tutur dr. Irnalita.

Pihak rumah sakit telah menetapkan biaya untuk pengurusan 3 tes seperti yang disebut di atas, yakni sebesar Rp200 ribu. “Biaya yang mahal itu untuk pengurusan bebas Narkoba yang sampai Rp150 ribu. Namun saya dengar laporan, peserta yang dari luar Kabupaten Aceh Selatan hanya mengikuti tes kejiwaan disini” lanjut Irnalita.

Terkait tidak adanya petugas khusus yang melayani para bacaleg, dr. Irnalita mengakui tidak ada pembentukan tim khusus. Hal ini karena, menurut dia, tidak ada surat pengantar dari penyelenggara Pemilu sebagai dasar pembentukan tim khusus.

Ia mencontohkan, bila musim haji tiba, pihaknya selalu selalu membentuk tim khusus untuk melayani para calon jamaah haji.

“Ada surat dari Dinas Kesehatan memberitahukan jadwal pemeriksaan medis calon jamaah haji. Biasanya, setelah terima surat, kami langsung membentuk tim khusus agar pelayanan maksimal” ujarnya memberi contoh.

Sementara untuk uji kesehatan bacaleg, dr Irnalita mengaku pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan apapun dari penyelenggara Pemilu.

“Saya juga tidak tahu, kapan dimulai uji tes ini dan kapan terakhir. Yang dapat saya pastikan bahwa kunjungan membludak sejak 3 hari terakhir” kata dia.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua KIP Aceh Selatan, Khairunis Absyir mengaku tidak berkirim surat kepada pihak rumah sakit.

“Ada kita ingin ketemu pihak rumah sakit, namun karena sibuk, tidak jadi. Tapi kalau komunikasi lisan dengan direktur rumah sakit sudah kita lakukan” sebut Komisioner KIP yang segera mengakhiri masa tugas. (Dyt)

Komentar