Ketua DPW PA Aceh Utara, Muhammad Thaib (kiri) menyerahkan berkas pendaftaran bacaleg yang diterima Ketua KIP Aceh Utara, Zulfikar, Senin (16/7) Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Lhokseumawe — Partai Aceh Kabupaten Aceh Utara berkeinginan mengembalikan masa kejayaannya seperti Pemilu Legislatif tahun 2009. Pada Pemilu yang untuk kali pertama bagi partai lokal di Aceh ketika itu, PA memperoleh 32 kursi dari 45 kursi yang tersedia di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Utara.

Hal ini seperti disampaikan juru bicara PA, Muhammad Jhoni kepada wartawan usai menyerahkan berkas bakal calon anggota legislatif (bacaleg) di kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara di Kota Lhokseumawe, Senin (16/7) siang sekitar pukul 14:00 WIB.

Pantauan acehsumatra.co.id, terlihat ratusan massa mengenakan kostum serba merah mengiringi Ketua DPW PA Aceh Utara, Muhammad Thaib mengantar berkas pencalonan. Terlihat juga Ketua DPRK Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayahwa, Ketua Komisi A Tgk. Fauzan Hamzah, serta sejumlah petinggi partai.

Muhammad Thaib yang juga Bupati Aceh Utara menyebut pihaknya akan bekerja keras demi meraup suara maksimal pada Pileg, April tahun depan. Ia meyakini masyarakat Aceh akan kembali bersatu untuk membesarkan partai yang lahir dari hasil perjanjian damai RI-GAM.

“Saya ulangi kembali, partai Aceh ini bukan milik GAM, tapi milik seluruh rakyat Aceh” sebut pria yang akrab disapa Cekmad. Ia menekankan pentingnya persatuan bagi segenap bangsa Aceh untuk melanjutkan perjuangan melalui jalur politik.

Sementara untuk nama-nama bacaleg, Cekmad yang baru terpilih sebagai ketua DPW PA Aceh Utara beberapa pekan lalu, menyebut hanya melanjutkan kinerja kepengurusan sebelumnya. Ia juga menepis isu perpecahan antara PA dan organisasi mantan kombatan GAM, KPA (Komite Peralihan Aceh).

“Mengenai nama-nama bakal caleg, itu saya tidak otak-atik lagi karena telah dilakukan penjaringan sebelumnya oleh PA dan KPA. Perlu saya tegaskan, PA dan KPA selalu seiring sejalan dalam mencapai tujuan dan tidak ada gesekan. Namun di bawah kepimpinan saya ini, akan kita benahi kinerja dan cara kerja partai” tutur bupati yang menjabat kembali di periode ke dua.

Senada dengan Cekmad, juru bicara PA dan KPA, M. Jhony kembali menyebut Partai Aceh merupakan milik seluruh rakyat Aceh. Ini dibuktikan dengan nama-nama bacaleg yang diusung PA yang notabene-nya didominasi atau berasal dari masyarakat umum.

“Komposisi caleg PA itu mayoritas tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan perempuan. Ada yang geuchik aktif, mantan geuchik serta kader terbaik. Hanya sebagian kecil saja caleg itu berasal dari mantan kombatan” jelasnya.

Dilanjutkan, sesuai ketentuan bagi partai lokal di Aceh, PA memanfaatkan kuota maksimal caleg hingga 120 persen dari jumlah kursi. PA mendaftarkan 54 bacaleg untuk diverifikasi administrasi sebelum ditetapkan menjadi caleg. “Keterwakilan perempuan kita di atas 30 persen, bahkan ada di daerah pemilihan tertentu yang kuota perempuannya mencapai 40 persen” ulasnya.

Dengan komposisi caleg saat ini, Jhony memastikan partainya memiliki target maksimal seperti perolehan kursi pada Pileg tahun 2009. Ya, pada keikutsertaannya di tahun perdana setelah perjanjian damai MoU Helsinky mengakomodir keberadaan partai lokal, Partai Aceh menorehkan prestasi mentereng dengan meraih 32 kursi dari 45 kursi yang tersedia.

“Kami ingin Partai Aceh mengulang kejayaan seperti pada tahun 2009 dengan menaikan sedikit target menjadi 35 kursi. Pileg tahun 2014 kita menurun dengan perolehan 24 kursi. Namun dengan situasi politik saat ini, dan kerja keras serta komposisi para caleg di setiap dapil, kami yakin bisa mengulang masa keemasan seperti tahun 2009” demikian M. Jhony.

Komentar