Ketua DPC PBB Aceh Utara, Muhammad Nasir menyerahkan berkas bacaleg kepada Ketua KIP Aceh Utara, Zulfikar di sekretariat KIP, di Lhokseumawe, Senin (16/7). Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Lhokseumawe — Pengurus DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Aceh Utara mendaftarkan nama-nama bakal calon anggota legislatif (bacaleg) di Pemilu 2019. Usai mendaftar, pengurus mulai fokus menggalang dukungan, utamanya dari kalangan kelompok agama.

Partai Prof Yusril Ihza Mahendra mendaftarkan bacaleg di sekretariat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara, di Kota Lhokseumawe, Senin (16/7). Berkas bacaleg diserahkan oleh Ketua PBB Aceh Utara Muhammad Nasir, SH dan diterima oleh Ketua KIP Aceh Utara Zulfikar, SH. Namun, berkas bacaleg baru rampung keesokan hari setelah dilakukan perbaikan dan koreksi.

Seusai mendaftarkan nama-nama yang akan bertarung mengisi 45 kursi di DPR Kabupaten Aceh Utara, PBB menyebut telah siap berkompetisi dengan 19 partai lainnya. Partai berlogo bulan dan bintang sabit ini berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat terutama dari kalangan santri dan kelompok pengajian.

Partai bernafaskan Islam seperti PBB diyakini dapat dengan mudah bersama masyarakat yang berpandangan syariat.

Hal ini disampaikan Sekretaris KAPPU (Komite Aksi Pemenangan Pemilu) PBB Aceh Utara, Tgk Abdul Manan HS kepada acehsumatra.co.id, Selasa (17/7). Sebagai divisi yang menangani pemenangan partai, KAPPU menggalang dukungan dari kelompok masyarakat yang berpandangan sama seperti budaya masyarakat Aceh. Terlebih, Aceh merupakan daerah yang sedang menjalankan Syariat Islam dalam kesehariannya.

“Kita juga galang dukungan dari santri dayah/pesantren, kelompok majelis taklim dan pengajian serta seluruh elemen masyarakat yang sejalan bersama mendukung penerapan syariat Islam di Aceh” tutur Tgk. Manan.

Ia berpandangan, selama ini penerapan syariat Islam di Aceh belum efektif berjalan. Penerapan aturan syariah disebut tidak bisa hanya mengandalkan penindakan.

Sebaliknya, pengenalan syariat harus dimulai dari lingkungan yang paling kecil seperti keluarga, kelompok pengajian dan kelompok-kelompok majelis taklim lainnya.

Bacaleg dapil 6 Aceh Utara ini juha mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak membantu upaya maksimal. Minimnya ketersediaan anggaran bagi kelompok ini disebut menjadi salah satu alasan syariat Islam di Aceh tidak berjalan optimal.

“Anggaran untuk Dayah ada, namun jumlahnya tidak besar. Kelompok santri dan majelis taklim sebenarnya pihak utama yang mensyiarkan aturan Islam, dan mereka harus dilibatkan secara utuh” ucapnya.

Ia mengaku siap mewakili kepentingan pihak-pihak yang memperjuangkan syariat Islam di Aceh.

“Kita tidak muluk-muluk. Kami menargetkan perolehan 1 kursi setiap dapil” ujar Tgk Manan ketika disinggung soal target.

“Jika diberikan kesempatan, kita akan dorong eksekutif untuk memperkuat badan dayah agar setiap kelompok pengajian dayah atau pesantren dapat dibantu” imbuhnya.

Ia berpendapat, anggaran yang besar bagi kegiatan keagamaan tentunya sama saja dengan memuliakan dan memudahkan para ulama untuk mendidik generasi penerus.

Selain itu, tren masyarakat yang menyekolahkan anaknya ke pesantren salafi ataupum modern masih terbilang rendah. Dunia pesantren sudah dianggap kuno.

“Semakin sedikit yang mendalami ilmu agama, maka ini tanda bahaya bagi kita” imbuhnya.

Salah satu usulan yang akan disampaikan Tgk Manan jika terpilih nantinya yakni pemberian beasiswa bagi santri yang berprestasi.

“Kita usul dan upayakan beasiswa bagi para santri berprestasi di Aceh Utara. Sementara untuk pendidikan umum, kita minta instansi terkait untuk menambah muatan lokal tentang pendidikan agama, akhlak dan budi pekerti bagi peserta didik” sebut Tgk. Manan.

Usulan akan mudah digolkan apabila kita bisa mengimbangi jumlah keanggotaan. Tgk Maman berharap target satu fraksi pihaknya dapat tercapai.

“Kami mengajak ulama dan tokoh masyarakat serta keluarga santri untuk mendoakan dan membantu PBB dalam memperjuangkan agama Islam di bumi Samudera Pase” demikian Tgk. Abdul Manan.

Komentar