Ketua DPW Partai Sira Aceh Utara, Muslim Syamsuddin, ST. Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Lhokseumawe — Ketua DPW Partai SIRA Kabupaten Aceh Utara, Muslim Syamsuddin, ST menyebut keberadaan partai lokal di Aceh sebagai ujung tombak peradaban baru perpolitikan di bumi serambi mekkah. Sebagai satu-satunya propinsi di Indonesia yang boleh mendirikan partai politik lokal (parlok), seharusnya Aceh dapat memanfaatkan kekhususan itu.

Namun ia berpandangan, keberadaan partai lokal bisa saja menjadi bumerang bagi citra Aceh itu sendiri. Hal ini bisa terjadi bila tidak mampu dikelola dengan baik. Ia juga menanggapi kondisi Aceh saat ini yang sedang dihebohkan dengan dugaan kasus korupsi yang membelit tokoh salah satu parlok serta isu dugaan praktek koruptif lainnya di Aceh.

“Kondisi Aceh saat ini dengan kasus-kasus korupsinya dan kasus lainnya membuat martabat dan keunggulan Aceh yang selama ini kita banggakan menjadi rendah” ujar Muslim seusai menyerahkan berkas persyaratan bakal calon anggota legislatif partai SIRA di sekretariat KIP Aceh Utara, Selasa malam (17/7).

Dengan kondisi Aceh yang ia sebut mengalami kemunduran, Muslim berharap kehadiran kembali partai asuhan mantan Wagub Aceh Muhammad Nazar ini, bisa menjadi pilihan alternatif.

“Partai SIRA diharapkan bisa menjadi alternatif. Kami mengakui bukan manusia sempurna, namun kami juga ada keinginan mengajak. Mengajak dalam artian mari kita membangun bersama kondisi Aceh baik sosial maupun pembangunan dengan keberadaan kekhususan partai lokal” terangnya.

Pengurus DPW Partai SIRA Aceh Utara berfoto bersama sebelum penyerahan berkas pendaftaran bacaleg di sekretariat KIP Aceh Utara, Jalan Nyak Adam Kamil, Kota Lhokseumawe, Selasa sore (17/7). Dok : AS

Setelah sempat vakum pada Pemilu legislatif tahun 2014 lalu, kini partai SIRA yang juga lahir dari butir perjanjian damai MoU Helsinky, tampil dengan semangat baru. Partai SIRA sebelumnya tercatat sebagai peserta Pileg 2009 atau tahun pertama keikutsertaan partai lokal di Indonesia.

Partai SIRA Aceh Utara mendaftarkan 54 bacaleg atau 120 persen dari jumlah 45 kursi yang tersedia di DPRK Aceh Utara. Melibatkan tokoh lintas organisasi dalam komposisi bacalegnya, Partai SIRA sebut Muslim, menargetkan perolehan kursi hingga memenuhi syarat untuk membentuk fraksi mandiri di DPRK Aceh Utara.

“Seluruh bacaleg sepakat untuk memajukan partai bukan individu. Agar partai SIRA mampu memberikan kontribusi nyata, kami menargetkan dan harus mampu meraih satu fraksi di parlemen” demikian Muslim Syamsuddin.

Komentar