Presiden TRA, Tgk Drs Murdani, MA. Dok : Ist

ACEHSUMATRA.CO.ID, Lhoksukon — Preseden buruk penangkapan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf oleh KPK, menimbulkan kemarahan dikalangan simpatisan atau pemilih Irwandi. Hal ini bakal menurunkan partisipasi pemilih pada Pemilu tahun 2019 mendatang.

“Akibat KPK tidak konsisten dan tebang pilih dalam penanganan korupsi di Aceh, kemudian menimbulkan keresahan di Aceh dan kecurigaan simpatisan yang bisa berakibat pada menurunnya angka partisipasi masyarakat pada Pilpres maupun Pileg mendatang,” sebut Presiden TRA, Tgk Drs Murdani MA, di Mabes TRA, Kerueng Mane, Aceh Utara, Jumat (20/17).

Begitupun, Murdani meminta semua pihak di Aceh untuk tetap menghormati hak-hak demokrasi simpatisan Irwandi untuk melakukan protes atas penafsiran yang berbeda antara simpatisan dan KPK. “Ini menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab moral pemilih terhadap orang yang dipilih yaitu mereka-mereka yang memilih Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh,” ungkapnya.

Dan, sebaliknya pendukung Irwandi juga harus memahami kinerja KPK yang dilindungi oleh undang-undang dalam pemberantasan korupsi khususnya proses hukum terhadap dugaan korupsi Irwandi yang sedang berlangsung.

Namun ia menyesali kenapa baru sekarang KPK turun padahal wabah korupsi di Aceh sudah demikian parah dan mengakar di Aceh.

“Dalam hal ini saya melihat KPK seolah-olah diskriminasi sebab sudah bukan rahasia lagi bahwa korupsi sudah merajalela dengan kata lain kelihatannya KPK tebang pilih dalam pemberantasan korupsi di Aceh,” kritik Murdani.

“Oleh karena itu dalam waktu dekat saya akan menemui Irwandi untuk mengklarifikasi langsung terkait dugaan ini, karena saya bertanggung jawab sebagai salah seorang pimpinan Ormas di Aceh untuk menjelaskan ke publik khususnya massa TRA agar tidak salah dalam bersikap, semoga saja KPK mengizinkan!”seru Murdani.(red)

Komentar