EG (38 thn,--kiri) pelaku curanmor yang diringkus polisi di jalan Darussalam Kota Lhokseumawe, Selasa (24/7). Dok : Ist

ACEHSUMATRA.CO.ID, Lhokseumawe – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Lhokseumawe berhasil menangkap seorang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang juga residivis kasus pembegalan. Pelaku diringkus di Jln. Darussalam Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Selasa (24/07) sekira pukul 17:00 WIB sempat dihadiahi timah panas atau dilakukan penembakan di bagian kaki.

Pelaku curanmor yang ditangkap yakni EG (38 thn) warga Gampong Hagu Selatan Kec. Banda Sakti. EG merupakan resivis terkait kasus curanmor dengan vonis satu tahun di PN Bireun dan dua tahun di PN Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, tersangka ditangkap menindak lanjuti laporan warga.

“Ada 7 laporan polisi terkait curanmor yang kita terima, salah satunya dari pelapor T. Zaki Parista (22 tahun) warga Hagu Selatan” tutur Budi, Rabu (25/7).

Menurut keterangan korban, kata Budi, sepeda motornya hilang di Jln. Alkalali, Gampong Hagu Selatan pada bulan Maret lalu. Saat itu, korban memarkirkan kendaraannya di depan Mesjid Darusalam.

“Ketika kembali, sepmornya tidak terlihat lagi atau hilang. Kasus ini menjadi atensi Kapolres Lhokseumawe untuk segera diungkap” tutur Budi Nasuha.

Polisi yang telah mengantongi identitas pelaku langsung melakukan penangkapan. Diawali dengan pengintaian, EG yang saat itu sedang mengemudi mobil Toyota Hilux warna hitam, langsung dihadang oleh tim dari dua arah. Penangkapan pelaku sendiri dilakukan persis di depan RS Vinca Rosea.

“EG yang terkepung dan tidak dapat bergerak ditarik dan digiring keluar mobil. Namun tersangka melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah samurai, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan cara menembak kaki tersangka” ungkapnya.

Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan dua unit Honda Supra X 125, satu unit Yamaha Mio Sporty, satu unit mobil Toyota Hilux, satu amp narkotika jenis ganja kering, satu buah samurai beraksara Jepang, satu buah kunci T, satu set kunci dengan ukuran bervariasi dan satu buah gunting stainless steel.

“Tersangka terancam dikenakan pasal 365 KUHP Jo 363 KUHP tentang curanmor dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun” demikian Budi Nasuha.

Komentar