Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman memberi kata sambutan pada penutupan Konferensi VI PWI Aceh Utara-Lhokseumawe di gedung PWI setempat, Senin sore (23/7). Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Lhokseumawe — Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman berpesan dua hal kepada Sayuti Achmad, dalam kata sambutannya pada penutupan Konferensi Ke-VI di aula PWI setempat, Senin sore (23/7/2018). Sebelumnya, Sayuti kembali terpilih sebagai Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe untuk periode ke dua, masa kerja 2018-2021.

Hal pertama yang dipesankan oleh Tarmilin yaitu di bawah kepemimpinannya, Sayuti diharapkan selalu membangun komunikasi positif antar organisasi kewartawanan yang lain. Tarmilin menyebut, mempertajam perbedaan antar organisasi hanya menimbulkan perpecahan. Fungsi pengawasan tidak maksimal.

“Wartawan tidak kompak, ‘orang luar’ senang, bertepuk tangan” kata Tarmilin dalam arahannya. Orang luar yang dimaksud yakni para pihak yang anti kritikan dari awak media.

Ia menyarankan, setiap kegiatan yang dilakukan oleh PWI agar melibatkan seluruh wartawan tanpa membedakan dari organisasi mana dia berasal.

“Misal, kalau PWI Aceh Utara-Lhokseumawe membuat pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kapasitas wartawan, pesertanya jangan hanya dari anggota PWI saja. Ajak wartawan lain baik dia sudah bergabung di bawah organisasi kewartawanan ataupun yang belum, ajak saja” ujar Tarmilin yang segera mengambil cuti/non-aktif bila ditetapkan sebagai salah satu calon anggota DPD RI.

Satu hal lainnya yang dipesankan kepada Sayuti dkk adalah tentang pentingnya regenerasi di tubuh organisasi tertua itu. Kedepannya, ia berharap anggota PWI yang memiliki hak suara memilih dan dipilih atau berstatus anggota biasa meningkat.

“Konferensi yang lalu, anggota yang memilih hampir 40-an. Tapi di konferensi tahun ini hanya 17 pemilih. Ini artinya pengurus harus aktif melakukan regenerasi” demikian Tarmilin.

Sayuti Achmad kembali terpilih sebagai Ketua PWI Aceh Utara – Lhokseumawe untuk periode ke dua. Wartawan majalah Forum Keadilan itu terpilih secara aklamasi, setelah satu-satunya calon penantang yang diusulkan, Drs Marzuki, mundur dari bursa pencalonan.

Komentar