ACEH SUMATRA, Lhokseumawe – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe mengajak wartawan untuk memainkan perannya dalam mengoptimalkan pengembangan kapasitas Program Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Peran wartawan dalam mempengaruhi masyarakat sangat penting, karena kalau wartawan dalam pemberitannya mengatakan ‘A’ maka semua masyarakat pun akan tetap mengatakan ‘A’,”kata Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi, SH, pada workshop terkait optimalisasi peran media dalam P4GN, di Hotel Diana Lhokseumawe, Kamis (9/8).
Menurut Fakhrurrozi media sangat kuat pengaruhnya dalam mempengaruhi dan meyakinkan masyarakat tentang bahaya narkoba.Sebab itu, BNN Lhokseumawe mengharapkan rekan-rekan wartawan membantu program P4GN untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba.”peredaran narkoba seperti fenomena gunung es, semakin kuat penindakan semakin menjalar kemana-mana,”jelas dia, dalam workshop yang bertemakan Pelatihan dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Swasta.
Yuswardi Mustafa, Sekretaris PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, sebagai pemateri kedua menegaskan bahwa wartawan wajib hukumnya memberitakan bahaya narkoba,”Narkoba dari kesepakatan ulama haram hukumnya,”tegas mantan jurnalis itu seraya mengutip pesan Allah bahwa qhamar dan maisir haram hukumnya.
Kewajiban memberitakan bahaya narkoba kata Yuswardi agar publik tahu secara terang pengaruh dan dampak buruk pemakai narkoba
Pada kesempatan itu, Yuswardi mengajak wartawan secara ekstrim untuk membenci wartawan pemakai narkoba.(red)
Komentar