Seorang warga menyelamatkan barang dagangannya akibat banjir rob yang melanda dua desa di kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Selasa (14/8). Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Lhoksukon — Pasang Purnama yang mengakibatkan rob dan abrasi melanda gampong Lhok Puuk dan Matang Putong, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara. Musibah itu mengancam kedua gampong tersebut akan hilang.

Pasang Purnama yang mulai terjadi Sabtu (11/8) lalu dan diperkirakan masih akan terjadi dua hari kedepan.Menurut warga setempat rob bisa terjadi dua kali sehari, siang dan malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan ratusan warga mengungsi sementara ketempat aman bila air laut mulai pasang.

Salah seorang warga, Ibni, warga Matang Putong mengaku selama tiga hari rob melanda dia tidak bisa berdagang dan musibah itu menghancurkan barang dan tempat dagangannya. “Sampai hari ini belum bisa dagang, saya hanya berjaga-jaga jangan sampai barang dagangan saya rusak lebih banyak lagi,” ujarnya, Selasa (14/8).

Keuchik Lhok Puuk, Amiruddin, mengatakan musibah ini mengakibatkan ratusan warga di dua desa itu berdampak Pasang Purnama. Diantaranya kerusakan rumah, barang-barang dan harus mengungsi ketika rob tiba. Yang paling menakutkan kata Keuchik Amir bila pasang laut tetjadi pada malam hari, kebanyakan warga kebinggungan tak tahu harus mengungsi dan susah menyelamatkan barang-barang mereka.

Darsa, Satgas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara yang tiba di lokasi bersama timnya mulai melakukan pendataan dampak dari musibah itu.

Dia mengakui musibah Pasang Purnama kali ini lebih parah dari sebelum-sebelumnya “Kita akan mendata dulu dampak dari musibah ini, dan kemudian akan kita laporkan ke atasan,” demikian Darsa, salah seorang Satgas BPBD Aceh Utara di lokasi musibah.

Komentar