Warga mengevakuasi Nur Fadilah (45) warga Glumpang Sulu Timu korban kecelakaan tabrakan kereta api dan Sepmor, Jumat (31/8). Dok : Ist

ACEHSUMATRA.CO.ID, LHOKSUKON — Kereta api Cut Mutia nomor K 3 3 1310 yang melayani rute Krueng Mane – Krueng Geukuh, Kab. Aceh Utara dilaporkan menabrak pengendara sepeda motor di Lr. Tgk M. Yusuf, Dusun Bahrul Ulum, Gampong Glumpang Sulu Timu, Kecamatan Dewantara. Korban ditabrak di lokasi persimpangan yang tidak memiliki tanda rambu perlintasan atau palang pintu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan mengatakan peristiwa kecelakaan yang menimpa Nur Fadilah (45 tahun) warga setempat, terjadi pada Jumat (31/8) sekitar pukul 09:45 WIB. Korban yang mengendarai sepeda motor suzuki shogun 125 R nopol BL 5456 ND, ditabrak oleh kereta yang melaju dari arah barat (Kr. Mane) menuju stasiun Krueng Geukuh di kecamatan Dewantara.

Korban yang datang dari arah selatan atau hendak memintas rel kereta api tidak melihat kereta yang datang melintas. Korban pun tertabrak hingga terjatuh dan terseret sejauh tiga meter.

Akibat tabrakan tersebut, Nur Fadilah mengalami luka robek di bagian belakang kepala dan tiga jari tangan kanan ibu rumah tangga ini putus.

“Polisi yang mendapat laporan lalu mengevakuasi korban ke rumah sakit PT. Arun dan selanjutnya telah dirujuk ke rumah sakit Zainoel Abidin di Banda Aceh” tutur Kapolres melalui Kapolsek Dewantara AKP Erpansyah.

Hasil pemeriksaan polisi terhadap Masinis Deski Wirya Asta (32) dan Kondektur Sagino (54) menyebut bahwa kereta melintas dengan kecepatan 30 km/jam. Mereka juga mengklaim telah melakukan tugas sesuai posedur tetap, yakni membunyikan klakson/peringatan setiap 5 meter sebelum jalan lorong/persimpangan.

Sementara itu, Keuchik Glumpang Sulu Timu, Adnan yang dikonfirmasi melalui sambungan telpon kepada acehsumatra.co.id, menyayangkan kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan yang kembali terjadi.

Ia membenarkan di lokasi kejadian tidak ada rambu atau palang pintu yang memberi tanda bagi pengguna jalan lain bahwa kereta akan melintas. Padahal, disekitar lokasi kejadian terdapat jalan lorong yang digunakan warga untuk menuju pemukiman penduduk.

“Saya menyayangkan kejadian ini, karena sebelumnya beberapa waktu lalu juga pernah terjadi kecelakaan hampir serupa, yakni kecelakaan di jalan lorong atau persimpangan. Sama seperti kecelakaan hari ini, di lokasi dulu juga tidak ada paling pintu” kata Keuchik Adnan saat dikonfirmasi.

Di Glumpang Sulu Timu, kata Keuchik Adnan, terdapat 3 jalan lorong yang berpapasan dengan perlintasan kereta api dan tidak memiliki palang pintu. Palang pintu hanya dipasang oleh PT. KAI di persimpangan besar atau jalan utama saja.

Ia berharap, pihak terkait segera memasang rambu-rambu di perlintasan kereta api agar tidak terjadi kecelakaan dikemudian hari.

“Memang masyarakat sudah kita sosialisasi tentang jadwal kereta yang melintas, namun terkadang masyarakat terburu-buru, hingga berujung kecelakaan. Kami meminta pihak terkait agar segera memasang palang pintu serta rambu-rambu agar masyarakat tak lagi menjadi korban” pinta Keuchik Adnan berharap.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi belum memperoleh konfirmasi dari PT. Kereta Api Indonesia terkait penanganan korban dan permintaan warga setempat.

Komentar