Warga dan pedagang yang menempati areal bekas rel kereta api milik PT. KAI di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, menolak upaya relokasi yang akan dilakukan pengembang. Dok : Ist

ACEH SUMATRA.CO.ID, LHOKSUKON — Sejumlah pedagang pasar Geudong, Aceh Utara kembali akan digusur, pedagang bakal direlokasi ke lokasi terminal setempat. Akibat ketidakjelasan status para pedagang yang telah menempati areal milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama 30 tahun itu mereka resah dan menantang penggusuran.

“Setelah 2012 lalu mereka gagal menggusur kami, sekarang mereka yang mengaku pengembang datang kembali untuk menggusur kami. Para pedagang pasar Geudong rela direlokasi kalau peruntukan areal itu untuk pelebaran jalan nasional ataupun setelah dibangun harus pedagang disini yang diutamakan menempatinya,” jelas Baktiar Hamid, salah seorang pedagang di lokasi, Selasa (4/9)

Penggusuran ini menurut Baktiar, tidak sesuai dengan kesepakatan yang pernah dibuat antara pedagang dan Muspika. Bahkan kesepakatan tersebut ditandatangani oleh kedua pihak.

“Dalam rapat itu, disepakati empat poin diantaranya pedagang rela digusur bila areal itu diperuntukan pembangunan rel kereta api, untuk perluasan jalan nasioal, dikembalikan ke pedagang setelah dibangun. Dan kesepakatan itu juga dibuat berita acara, yang juga ikut di tanda tangani oleh Camat Kecamatan Samudra Sofyan, SE, dan juga Ketua LSM Saudagar Toko Geudong” kata Baktiar.

Oleh sebab itu, pedagang disini sepakat menolak direlokasi sebelum jelas peruntukan pengusuran ini.

“Kami akan mempertahankan hak kami sampai kapanpun, dan kami tidak akan mundur selangkah pun, karena ini bentuk pendzaliman terhadap rakyat” pungkasnya.

Sementara itu, Tgk Amri Usman dari Aliansi Indonesia yang aktif mendampingi pedagang pasar Geudong meminta  Pemerintah Aceh Utara harus bijaksana dalam menyikapi persoalan pedagang dan berharap pemerintah tidak merugikan pihak manapun.

“Nasib pedagang harus lebih diutamakan karena pasar itu merupakan sumber nafkah mereka,” harapnya.(red)

Komentar