Postingan akun facebook Safrizal Asia yang menuding rumah sakit di Kota Llhokseumawe menolak rawat inap anggota keluaranya. Foto di RSUD Cut Meutia.

ACEHSUMATRA.CO.ID, LHOKSEUMAWE — Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Lhokseumawe turut menanggapi aduan masyarakat melalui postingan akun facebook milik Safrizal Asia, yang menuding buruknya pelayanan rumah sakit umum Cut Meutia dan RS MMC Lhokseumawe.

Jika benar seperti yang dilaporkan, BPJS Kesehatan akan melakukan evaluasi kerjasama dengan pihak rumah sakit yang merupakan mitra kerja otoritas jaminan kesehatan nasional tersebut.

Pernyataan ini disampaikan pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe melalui Kepala Bidang SDM/Umum, Abdiyansyah kepada wartawan, Senin (10/9) menanggapi postingan akun facebook milik Safrizal Asia.

Sebelumnya, akun Safrizal Asia menuding pihak Rumah Sakit Umum Cut Meutia di Buket Rata dan Rumah Sakit Metro Medical Center (MMC) Cunda, Lhokseumawe menolak merawat anggota keluarganya. Ia menyebut alasan penolakan rumah sakit karena penuh dan tidak menyertakan rujukan ketika berobat.

Dalam postingan yang telah dikomentari lebih dari seribu netizen dan telah dibagikan lebih 900 kali itu, Safrizal meminta pihak pemerintah daerah dan legislatif melakukan evaluasi terhadap kinerja rumah sakit.

Baca Juga : RS MMC Lhokseumawe Dituding Tolak Rawat Pasien, Pihak Rumah Sakit Membantah

Salah satu tudingan buruknya pelayanan di RS MMC Lhokseumawe yakni terkait dugaan penolakan pasien oleh pihak rumah sakit swasta mitra BPJS Kesehatan itu, hanya karena pasien tidak mengantongi surat rujukan. Selain itu, pihak rumah sakit dituding meminta sejumlah uang untuk biaya perawatan pasien dari jalur umum (non BPJS) jika tetap ingin dirawat.

Menanggapi hal ini, BPJS Kesehatan Lhokseumawe berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut. Pihaknya, kata Abdiyansyah akan meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit yang dilaporkan.

Abdiyansyah menjelaskan, untuk perawatan pasien, pihak rumah sakit harus menangani pasien apabila sudah masuk kategori emergency. “Apabila administrasi tidak lengkap, bisa menyusul dengan batas waktu 3×24 jam dan dihitung pada hari kerja” tuturnya.

Terkait masalah kutipan biaya, ia menegaskan bahwa BPJS tidak pernah membenarkan pihak rumah sakit mengutip biaya pada peserta PPJS Umum, dengan dalih apapun.

“BPJS Kesehatan akan menelusuri kejadian tersebut. Apabila benar, maka pihak BPJS akan melayangkan surat peringatan ke pihak rumah sakit” pungkasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait tudingan penolakan rawat pasien, Direksi/Manajemen RS MMC Lhokseumawe, Hariadi SKM membantah menolak pasien, termasuk pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan.

Menurut Hariadi, selain persyaratan administrasi atau rujukan, pihaknya juga memastikan kondisi kesehatan pasien secara fisik. Menurut hasil pemeriksaan dokter yang bertugas saat itu, dr Jaka, kondisi pasien dari tinjauan medis tidak dalam kondisi darurat, dan masih memungkinkan dirawat di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas.

“Ada beberapa kategori pasien yang membuat pihak rumah sakit harus melakukan penanganan medis segera, termasuk salah satunya kondisi darurat. Namun, dari tinjauan akademis petugas kami, pasien ketika itu tidak dalam kondisi darurat atau less emergency” ujar Hariadi, yang juga setuju bahwa Usman berhak mendapat perawatan, walau dengan bentuk rawat jalan.

Sementara untuk permintaan sejumlah uang agar mendapat perawatan di rumah sakit kategori C tersebut, juga dibantah. “Keluarga pasien bertanya berapa biaya untuk pengobatan jalur umum atau biasa. Kami lalu menunjukkan daftar biaya diluar biaya jaminan obat. Bukan meminta, mereka bertanya” kata Hariadi kepada awak media.

Komentar