Keuchik Batu Itam, Alfian SH (dua kanan) saat memberikan pengarahan kepada warga. Dok : Ist

ACEHSUMATRA.CO.ID, TAPAKTUAN — Sebagian warga pendukung salah satu Bakal Calon (balon) Keuchik Gampong Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, menyampaikan protes atas proses Pemilihan Keuchik Secara Langsung (Pilchiksung) yang telah memasuki tahap pencabutan nomor urut calon.

Mereka menduga panitia pemilihan keuchik (P2K), tuha peut dan Keuchik  Gampong Batu Itam Alfian SH  secara bersama-bersama mengganjal  salah seorang balon atas nama M. Saleh yang mendapat dukungan luas dari warga setempat.

“Mereka (P2K, tuha peut dan keuchik) takut calon kami maju, sehingga  tidak diberikan  kesempatan maju menjadi calon dengan alasan tidak mampu membaca Al-Qur’an,” kata salah seorang warga pendukung M. Saleh kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (16/9).

Padahal sambungnya, sedianya diberikan kesempatan kepada M Saleh untuk memperbaiki bacaannya. Mungkin saja  yang bersangkutan akan lolos dalam  seleksi tes mampu baca Al-Qur’an.

“Ketika kami menayakan kepada Kepala KUA Tapaktuan pak Ishar, bahwa beliau hanya memberi nilai. Sedangkan yang menentukan kelulusan P2K. Tetapi P2K sebaliknya menyatakan  yang menentukan itu KUA” ungkap warga tersebut kecewa.

Persoalan ketidaklulusan M. Saleh ini disebut-sebut juga akan dibahas dalam rapat perangkat gampong bersama P2K di kantor Keuchik Batu Itam pada Sabtu 15 September 2018 malam.

“Namun dalam rapat itu tidak membahas persoalan pak M Saleh, melainkan membahas proses pencabutan nomor urut calon,” ujarnya.

Selain itu tambahnya, keuchik dan P2K  tidak melakukan sosialisasi pilciksung  secara maksimal dan masif kepada warga. Sehingga salah seorang balon keuchik tidak sempat mempersiapkan diri dalam tahapan pilchiksung.

Keuchik Gampong Batu Itam, Alfian ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya mengintervensi proses pilchiksung. Namun ia mengakui bahwa sosialisasi pilciksung masih kurang cukup dilakukan. “Kalau sosialisasi memang kami akui masih kurang” ucapnya.

Senada hal itu, Ketua P2K Batu Itam, Yudhi Mulyanto juga mengatakan bahwa pihaknya tidak menghalangi dan mengganjal M Saleh untuk maju sebagai calon.

“Dia (M Saleh) gugur karena tidak mampu melewati seleksi uji mampu baca Al-Qur’an yang telah dilaksanakan pada Rabu, 12 September 2018 lalu di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tapaktuan,” kata Yudhi.

Menurutnya, hasil uji kemampuan baca Al-Qur’an yang dikeluarkan Kepala KUA Tapaktuan, Ishar menyatakan M Saleh tidak mampu baca Al-Quran. Sedangkan dua balon lainnya masing-masing Irwan Is dan Sunaidi dinyatakan lulus dan telah mencabut nomor urut calon, hari ini.

Salah seorang anggota Tuha Peut Batu Itam Zumairi, ST M.Si menyebutkan, gagalnya salah seorang bakal calon karena tidak mampu baca Al-Qur’an sebagaimana dalam qanun Aceh yang mengatur tentang baca Al-Qur’an, sesuai dengan pemberlakuan syariat Islam.

“Apa jadinya Gampong Batu Itam yang kuat syariat meloloskan calon yang tidak mampu baca Al-Qur’an. Tidak mungkin” kata Dzumairi. (YS)

Komentar