Proyek 'siluman' atau proyek tanpa plang proyek yang belakangan diketahui milik Dinas PK Lhokseumawe di Mon Geudong, Selasa (25/9). Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, LHOKSEUMAWE — Proyek bangunan mirip gedung sekolah yang berlokasi di dekat Stadion Tunas Bangsa, Gampong Mon Geudong, Kota Lhokseumawe diindikasikan sebagai proyek ‘siluman’. Disebut proyek siluman, karena dilokasi gedung yang sedang dikerjakan itu tidak ada papan keterangan kegiatan atau lazim disebut plang proyek.

Sejumlah warga yang berada di lokasi proyek, mengaku juga tidak mengetahui proyek tersebut gedung apa dan milik siapa. Warga malah meminta wartawan untuk sekaligus menanyakan perihal proyek dimaksud.

“Kabarnya itu proyek milik Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe. Tapi saya tidak tahu, apakah itu benar, saya hanya dengar-dengar kata orang,” tutur seorang warga Mon Geudong yang kebetulan berada di lokasi, Selasa (25/9).

Wartawan acehsumatra.co.id mencoba melihat secara dekat pengerjaan proyek tersebut. Di lokasi ini memang tidak ditemukan plang proyek sebagaimana aturan pengerjaan sebuah proyek. Diatas tanah seluas 50×30 meter itu sedang dibangun gedung dengan beberapa ruangan.

Dilokasi, terlihat sekitar 4 atau 5 orang pria sedang melakukan pekerjaan pemasangan ikatan batu-bata/dinding gedung.

Ketika dikonfirmasi, para pekerja mengaku hanya tahu kegiatan tersebut milik Dinas PK Lhokseumawe. “Kami hanya pekerja bang. Urusan yang lain itu dengan Pak Said” kata seorang pekerja.

Para perkerja mengaku berasal dari Stabat, Sumatera Utara. Mereka dipekerjakan oleh seorang kepala tukang, warga Kota Lhokseumawe. Mereka mengaku baru sebulan lebih bekerja di proyek tersebut.

Ketika ditanyai keberadaan plang proyek dan nilai proyek, ia mengaku tidak tahu. “Gak tahu bang berapa nilainya. Papan proyek juga tidak ada diberikan” lanjutnya.

Menurut pengakuan para pekerja, mereka mengambil upah pengerjaan fisik bangunan dari pengecoran pondasi hingga pemasangan slop atas.

Ia juga tidak mengetahui secara rinci, jumlah anggaran yang digunakan untuk proyek dimaksud.

“Langsung ke pak Said aja bang, kami hanya pekerja” tutur pria tersebut.

Proyek gedung sekolah PAUD milik Dinas PK Lhokseumawe tak memasang plang proyek, Selasa (25/9). Dok : AS

Dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Kabid Sarpras Dinas PK Lhokseumawe, Said Maimun membenarkan proyek tersebut dibawah pengelolaannya.

Ia menyebut nilai paket proyek itu menelan anggaran hingga Rp1 Milyar, disertai pengadaan mobiler.

“Benar itu proyek Dinas PK yang dikerjakan secara swakelola dengan anggaran sekitar Rp1 Milyar sumber dana APBN 2018” ujarnya.

Dijelaskan, gedung yang dibangun baru tersebut merupakan sekolah PAUD Negeri Kota Lhokseumawe. Proyek itu dikerjakan secara swakelola oleh pihak dinas setempat atau tidak melalui tender dan rekanan.

Ketika ditanyai tentang penggunaan jasa para pekerja yang berasal dari luar daerah, Said malah menyebut putra daerah tidak bisa diandalkan untuk jenis pekerjaan ini.

“Orang Aceh susah diajak kerja bangunan seperti ini,” sebut dia tanpa merincikan maksud susah diajak kerja tersebut.

Demikian juga ketika dikonfirmasi terkait tidak adanya papan proyek, sebagaimana seharusnya berlaku dalam sebuah kegiatan fisik. Said hanya menjawab santai.

“Ada. Tapi belum dipasang. Kalau dipasang nanti akan datang pihak-pihak yang tidak jelas untuk minta uang dan sebagainya” tutur dia berkilah.

Komentar