Ketua Umum DPP Partai SIRA, Muhammad Nazar, SAg (kiri) menyerahkan SK pengangkatan Sekretaris Jenderal kepada Muhammad Daud di kantor DPP Partai Sira di Banda Aceh, Selasa (4/10). Dok : Ist

ACEHSUMATRA.CO.ID, BANDA ACEH — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai SIRA melakukan reshuffle pengurus tingkat pusat, dalam rapat pimpinan yang digelar Selasa, 2 Oktober 2018. Dalam reshuffle tersebut, Partai SIRA mereposisi beberapa jabatan penting di tingkat pengurus pusat.

Salah satu posisi yang direshufle yakni jabatan Sekretaris Jenderal yang sebelumnya dijabat oleh Nasruddin Abubakar kepada Muhammad Daud. Sementara Nasruddin Abubakar yang juga mantan wakil Bupati Aceh Timur Periode 2007-2012, akan mengisi jabatan sebagai Ketua DPP Bidang Pembangunan, Perekonomian dan Lingkungan Hidup.

Muhammad Daud yang merupakan staf ahli anggota DPD RI, H. Sudirman atau Haji Uma sebelumnya menduduki posisi Ketua DPP Partai SIRA Bidang Kesejahteraan Sosial dan Bencana. Posisi sebelumnya ini sebenarnya sesuai dengan latar belakang pendidikannya di Magister Ilmu Kebencanaan Unsyiah.

Sejak kembalinya partai lokal tua ini sebagai peserta Pemilu 2019, Muhammad Daud termasuk salah seorang pengurus yang cukup aktif mulai dari pendaftaran partai sebagai peserta Pemilu sampai dengan suksesnya mengawal proses perekrutan para bacaleg DPRA dan DPRK Partai SIRA hingga ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) oleh penyelenggara Pemilu.

Ketua Umum DPP Partai SIRA, Muhammad Nazar menyebut reposisi pengurus DPP Partai SIRA adalah untuk merespon kebutuhan kinerja internal partai menghadapi Pemilu tahun 2019. “Apalagi beberapa pengurus kebetulan tidak aktif lagi karena berbagai faktor kesibukan lain di luar daerah“ ungkap Nazar melalui siaran pers yang diterima redaksi acehsumatra.co.id, Kamis (4/10).

Partai SIRA terus menerus melakukan konsolidasi untuk pemenangan terutama penguatan internal sebagai induk mesin politik.

“Artinya kami harus memperkuat diri karena pertarungan politik sudah dimulai dan kami ingin memenangkan rakyat dan pembangunan Aceh, bukan sekedar memburu kemenangan suara atau kursi di parlemen lokal seluruh Aceh” ujar mantan Wakil Gubernur Aceh tersebut.

Komentar