Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser (baju putih, tengah) didampingi Bupati Aceh Selatan H. Azwir, S.Sos dan Pimpinan Forkopimda foto bersama usai sosialisasi P4GN di Rumoh Agam, Tapaktuan, Selasa (9/10). Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Tapaktuan — Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Aceh menggelar temu ramah bersama Bupati Aceh Selatan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) dan sejumlah kepala SKPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan yang digelar di gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Selasa (9/10) itu juga dirangkai dengan kuliah umum program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi para mahasiswa dan pelajar di negeri penghasil pala tersebut.

Bupati Aceh Selatan, H. Azwir, S.Sos dalam sambutannya menyebut upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dimulai dari lingkup yang paling kecil, yakni keluarga.

“Pertahanan keluarga itu sangat penting dan juga perhatian orang tua terhadap putra-putrinya dengan berbagai upaya yang dilakukan. Seperti membangun karakter anak anti narkoba dengan harapan supaya anak-anak Indonesia bisa menjadi generasi yang lebih baik” tutur Azwir dihadapan ratusan peserta kegiatan.

Selain peran utama dari keluarga, peran pemuka agama, tokoh masyarakat, institusi pemerintah dan sekolah yang telah dibekali wawasan tentang P4GN, diharapkan dapat menyampaikan pesan P4GN kepada masyarakat, lingkungan pendidikan dan lingkungan pekerjaan. Sehingga kedepan tercipta lingkungan yang bebas dan bersih dari ancaman bahaya narkoba serta memberikan rasa aman bagi masyarakat melalui sosialisasi P4GN.

“Mari kita dukung program P4GN sebagai tindakan antisipatif serta tanggungjawab sosial semua pihak memberantas narkoba dari segala lini guna menyelamatkan ribuan bahkan jutaan generasi muda penerus harapan bangsa, dengan berbagai metode pendekatan persuasif baik secara religi, sosial, budaya, dunia pendidikan dan dilingkungan tempat tinggal” harap Azwir.

Sementara itu Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser dalam kuliah umum mengatakan kondisi negara yang dalam keadaan darurat narkoba perlu mendapat peran serta semua pihak. Ia menyebut sasaran para mafia narkoba ini adalah pemuda usia produktif. Ia menyebut, hal ini dilakukan oleh negara luar yang ingin menghancurkan generasi muda penerus bangsa.

Faisal menuturkan, peredaran gelap narkoba sangat susah dibendung karena dikendalikan oleh kartel yang memiliki uang bahkan senjata. Faisal menilai, membentengi para generasi muda agar tidak terjerumus dan merehabilitasi para pecandu narkoba merupakan tugas utama selain memerangi para bandar dan cukong narkotika.

“Pantai Aceh utamanya wilayah Selat Malaka menjadi area pihak luar sebagai wilayah untuk memasok dan transit narkoba jenis shabu-shabu. Mereka ingin menghancurkan generasi muda kita. Perlu upaya bersama terkait masalah ini” tutur perwira polisi berpangkat bintang satu ini.

Selama ini, sebut Faisal, pihaknya telah beberapa kali berhasil membongkar peredaran narkoba dalam jumlah besar. Namun, para pelaku tidak jera karena bisnis ini menghasilkan uang dalam jumlah besar.

Faisal menyebut, upaya menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya melalui BNN saja, tapi perlu pelibatan pemerintah, Kepolisiaan hingga TNI.

“Dalam memerangi bandar narkoba, BNN tidak bisa hanya sendirian. Kami butuh kepolisian dan TNI untuk membackup dalam memerangi para bandar narkoba” sambung Faisal.

Selain memerangi bandar narkoba, BNNP Aceh juga telah telah berhasil menyulap 125 hektar lahan produktif yang sebelumnya ditanami ganja. Metode ini ia sebut sebagai salah satu cara untuk menekan peredaran narkoba, jenis ganja.

“Kami telah mengirim 3 petani dari Lamteuba (Aceh Besar), Peudada (Bireun) dan petani asal Blang Kejeren (Gayo Lues) ke negara Thailand yang telah berhasil menyulap ladang opium menjadi tanaman positif. Alhamdulillah di Aceh kita telah berhasil mengubah 125 hektar lahan yang sebelumnya ditanami ganja menjadi lahan produktif” sebut Faisal.

Sementara untuk pencegahan agar kelompok milenial tidak terjerumus dalam praktek penyalahgunaan narkoba, ia meminta peran pemerintah dalam memfasilitasi kegiatan positif.

“Perbanyak kegiatan-kegiatan untuk anak muda seperti olahraga dan segala macam, sehingga tidak ada waktu untuk generasi penerus bangsa itu menjerumuskan diri dalam praktek penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kearifan lokal di Aceh baik dari sisi agama dan budaya kita perkuat agar tidak ada celah bagi para bandar merusak generasi bangsa” harap Faisal.

Selain itu, perwira tinggi yang telah bertugas selama kurang lebih 12 tahun di Aceh, menganggap memiliki beban moral tersendiri untuk propinsi paling barat Indonesia ini.

“Saya sudah lebih 12 tahun bertugas di Aceh. Saya juga tak ingin melihat generasi muda kedepannya pada teler karena narkoba. Ini panggilan jiwa, kami bekerja sekaligus untuk beramal bagi bangsa yang kita cintai ini” sebut Faisal yang akhirnya berkesempatan mensosialisasikan P4GN di Tapaktuan setelah beberapa kali tertunda.

Sosialisasi P4GN yang diinisiasi oleh BNN Kabupaten Aceh Selatan berlangsung meriah. Diikuti ratusan pelajar tingkat SMA dan mahasiswa/i dari berbagai perguruan tinggi di Aceh Selatan, sosialisasi P4GN juga menampilkan pameran foto dan menghadirkan mantan pecandu narkoba yang sudah direhabilitasi.

Sosialisasi P4GN turut dihadiri Kepala BNNK Aceh Selatan, Nuzulian, S.Sos, Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono, Dandim 0107 Letkol Kav Harry Mulyanto, unsur pimpinan lembaga yudikatif, para asisten bupati dan pimpinan SKPK di lingkungan Pemkab Aceh Selatan.

Komentar