Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono. Dok:net

ACEHSUMATRA.CO.ID, Tapaktuan — Polres Aceh Selatan melalui unit Tipikor Sat Reskrim berhasil mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dan atau penyalahgunaan wewenang pada pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Lawe Sawah Il/Porang Kecamatan Kluet Timur.

Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tambahan tahun 2016 yang dilaksanakan oleh CV. PURI INDAH dengan nilai kontrak pekerjaan Rp 1.773.487.000, yang di kelola oleh Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Aceh Selatan.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono, ST dalam siaran pers di Mapolres setempat, Senin (15/10) mengatakan, proses penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi tersebut diusut oleh Sat Reskrim Polres Aceh Selatan berawal dari laporan masyarakat beserta perangkat Desa Lawe Cimanok Kec. Kluet Timur pada Februari 2018.

“Dalam laporannya, masyarakat mengeluhkan irigasi tersebut tidak bisa difungsikan untuk mengaliri sawah masyarakat setempat” kata Kapolres.

Unit Iidik 3 Tipikor Sat Reskrim Polres Aceh Selatan menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan proses penyelidikan. Penyelidikan meliputi meminta dan mempelajari dokumen-dokumen terkait dengan pekerjaan tersebut dan juga telah meminta keterangan terhadap pihak-pihak terkait.

Dalam proses penyelidikan ditemukan penyimpangan terhadap pekerjaan dilapangan. Kemudian berdasarkan gelar perkara terhadap perkara tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan sesuai dengan laporan Polisi Nomor:LP-A/39/lX/2018/Polda Aceh/Res AseI Reskrim Tanggal 17/09/2018.

“Proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Aceh Selatan meliputi pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan lapangan bersama dengan pihak-pihak terkait” ujarnya.

Selanjutnya, penyidik juga telah melakukan gelar perkara bersama dengan Tim Ahli dan juga pihak Auditor BPKP Perwakiian Aceh dengan kesimpulan terhadap pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, bestek (gambar kerja) dan kontrak pekerjaan yang berdampak terjadinya kerugian keuangan negara.

Terhadap dugaan tindak pidana korupsi tersebut telah ditetapkan tersangka berinisial Sdra. RCH selaku Kontraktor pelaksana CV. PURI INDAH, Sdra. AF selaku Konsultan Pengawas CV. EDITION DESIGN ORNAMEN serta Sdra. YL selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Sumber Daya Air.

Terhadap tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200.000.000 dan paling banyak 1.000.000.000 (satu milyar rupiah).

“Untuk selanjutnya unit 3 Tipikor Sat Reskrim Polres Aceh Selatan akan berkoordinasi dengan pihak Auditor BPKP perwakilan Aceh menyangkut dengan jumlah kerugian keuangan negara dan melengkapi barang bukti lainnya dan menyiapkan berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum” tutup Kapolres.

Komentar