Rabat beton menuju lokasi pemandian tingkat tujuh, Gp. Batu Itam, Tapaktuan. Dok : AS

ACEHSUMATRA.CO.ID, Banda Aceh — Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh memberikan tanggapan terkait spek untuk pembangunan jalan rabat beton menuju objek wisata Tingkat Tujuh di Gampong Batu Itam, Kec. Tapaktuan, Aceh Selatan.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/10), Afrilizar, SE selaku PPTK proyek tersebut mengapresiasi pengawasan yang dilakukan masyarakat. Ia menyebut pengawasan berbagai pihak akan berdampak pada hasil dan mutu pekerjaan proyek dimaksud.

“Kami berterima kasih terhadap pengawasan yang dilakukan masyarakat. Kami juga sebelumnya sudah menurunkan tim ke lapangan” tutur Afri.

Ketika dikonfirmasi terkait spek rabat beton, Afri menyebut proyek yang menelan anggaran Rp400 juta lebih itu sedianya memang menggunakan pemasangan batu kali atau batu 5/7 sebagai dasar sebelum dilakukan pengecoran.

“Saya sudah cek kontrak dan saya sudah hubungi kontraktor dan konsultan pengawas. Panjang pengecoran rabat beton itu 150 meter dengan spesifikasi beton K-175. Sementara penggunaan batu kali itu sebanyak 20 m³” kata Afri.

Jika dikonversi, penggunaan batu kali sebanyak 20 m³, dengan estimasi ketebalan 10 cm dan lebar badan jalan 3 meter maka penggunaan batu kali dapat digunakan sepanjang lebih dari 100 meter.

Ketika dikonfirmasi lebih jauh terkait pihak CV. Harapan Jaya yang telah melakukan pengecoran, Afri menyebut telah mengingatkan konsultan pengawas dan pelaksana proyek. Ia menyebut tidak menerima pelaksanaan proyek tersebut jika tidak sesuai spek.

“Saya sudah katakan kepada pihak kontraktor, silahkan cari untung, tapi jangan mempermainkan spek. Kalau tidak sesuai spek saya tidak terima proyek itu. Saya juga tidak mau bermasalah ke depannya. Intinya silahkan diawasi bang,” tutur Afril menegaskan.

Baca Juga : Proyek ‘Siluman’ Dinas Pariwisata Aceh di Tapaktuan

Sebelumnya diberitakan, pihak CV. Harapan Jaya menyebut tidak menggunakan batu kali atau batu 5/7 pada dasar badan jalan sebelum dilakukan pengecoran. Proyek yang bersumber dari dana Otsus 2018 itu disebut pihak pelaksana langsung melakukan pengecoran di atas badan jalan yang telah dibuka.

“Kami tidak menggunakan batu 5/7 karena tidak ada dalam desain gambar” tutur pelaksana, Jepri kepada wartawan ketika dikonfirmasi.

Komentar