Dua puluh tahun mengeluti seni tari Seudati, Jamaluddin H. Cut, SE, memutuskan untuk maju ke Senayan sebagai Caleg DPR RI, Dapil 2 Aceh, No urut 5 Dari PPP.Kecintaannya  kepada seni budaya Aceh, Jamaluddin, putra kelahiran kecamatan Dewantara, Aceh Utara, merasa terpanggil untuk memperjuangkan seni budaya Aceh agar terus lestari melalui legislatif.

Usai tampil sebagai penari Seudati bersama grup Seudati Syeh Jamal Cut Dewantara, di Panggung utama “Aceh Internasional Rapa’I Festival “di Lhokseumawe, baru-baru ini, Jamaluddin tampak bersemangat menceritakan kebahagiannya setiap tampil di panggung dan ditonton oleh masyarakat.”Iya, seperti  ada kekuatan yang membuat saya bahagia ketika bisa tampil menghibur masyarakat melalui seni budaya tradisional Aceh.”ungkapnya, dengan nafas masih sedikit sesak usai menari Seudati  dengan sangat atraktif.

Atraksi tari Seudati Jamaluddin H Cut, SE, di pentas Utama Aceh Internasional Rapa’i di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe

Ada kesan tersendiri kata Jamaluddin ketika menari meliuk-liuk diatas panggung, Dia beranggapan melalui seni tari Seudati mampu menunjukan kesan heroik perjuangan para indatu Bangsa Aceh yang berjuang dengan patriotisme melawan kolonialis.Disamping itu, melalui tari Seudati rakyat Aceh memiliki filosofi bahwa Bangsa Aceh bangsa yang kuat, bangsa perang berani menghadapi musuh, dan kebahagian tersendiri tari Seudati masih dicintai oleh rakyat Aceh, terbukti begitu  antusiasnya malam ini rakyat menonton tari di even ini yang jarang kita ketemukan ditempat lain.

Namun, disisi lain ada kekecawaan yang mengganjal hati Jamaluddin, ketika pemerintah Aceh masih sangat minim perhatian terhadap tari tradisional ini yang menyebabkan tari Seudati sampai saat ini masih mengalami kemerosotan.Oleh karena itu sebagai pecinta seni budaya tradisional Aceh, Jamaluddin sangat berharap dan penting pemerintah harus memberikan pembinaan dan memberikan ruang yang luas bagi tari ini.”Pemerintah harus lebih sering mengelar even-even Seudati dan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah sehingga tari Seudati tidak dilupakan dan disukai oleh generasi selanjutnya, karena tari Seudati sebuah tarian langka dan apabila tidak dilestarikan akan hilang”sebut Jamaluddin.

Atraksi tari Seudati Jamaluddin H Cut, SE, di pentas Utama Aceh Internasional Rapa’i di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe

Terkait pencalonan Jamaluddin sebagai salah satu Caleg Dapil 2 DPR RI No urut 5 dari Partai berlambang Kabah, merupakan sahutan dari masyarakat seni Aceh yang mengginginkan adanya perwakilan masyarakat Seni Aceh yang serius memperjuangkan dan mampu mengangkat martabat seni budaya Aceh ke mata dunia.”Maka hari ini harus ada pegiat-pegiat seni yang mewakili aspirasi masyarakat seni Aceh yang kemudian Seni Budaya Tradisional Aceh akan kembali Berjaya,”harapnya.

Perjuangan Jamaluddin di seni tari Seudati bukan sekedar isapan jempol, selain aktif tampil sebagai penari Seudati, Jamaluddin juga tercatat sebagai pelatih tari Seudati di sanggar miliknya sejak sepuluh tahun terakhir,”Itu yang harus kita lakukan sekarang, artinya disamping saya bermain saya juga aktif melatih.Dimana sepeninggalan saya nantinya ada generasi penerus yang mencintai tari Seudati,”katanya

Regenerasi tari Seudati menjadi tanggung jawab kita agar tari ini tidak tergerus oleh modernisasi.Tari Seudati menurut Jamaluddin tidak bisa dimainkan sekedar mencontoh dari layar televisi atau media sosial.Penari Seudati harus dilatih langsung, harus kita peragakan, karena Seudati sebuah tarian yang sifatnya harus kita jiwai.Banyak hal-hal lain yang harus dimiliki oleh seorang penari Seudati, bukan hanya sekedar mengerakan tangan atau badan saja.”Filosofinya itu banyak, Seudati itu akan memberikan kesan-kesan moral, baik itu pesan religius, pesan sosial bermasyarakat, yang lebih utama adalah kemulian kita menghadapi seseorang.”Dahulu Seudati ini sering digunakan oleh para raja untuk menyambut para tamu,”tutup Jamaluddin, dan mengajak masyarakat Aceh untuk bertanggung jawab langsung melestarikan tarian mulia ini.(red)

Komentar