ACEH SUMATRA, Banda Aceh – Anggota Komisi II DPR Aceh, Dedi Safrizal meminta segera perusahaan pupuk urea PT PIM, Kruengeukueh, Aceh Utara, memperbaiki sistim manajemennya untuk mengatasi kebocoran amonia yang telah berulang kali.

Sebagaimana diketahui, Kamis (15/11) pukul 18.00, amonia PT PIM kembali mengalami kebocoran yang mengakibatkan 7 warga setempat terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat terhirup racun amonia yang dikeluarkan dari cerobong pabrik pupuk urea itu.

Peristiwa naas yang telah berulang kali terjadi itu menjadi perhatian serius Dedi Safrizal, politikus PNA.Menurut Dedi, Peristiwa Kebocoran Gas Amonia bukan lagi kecelakaan teknis tapi sudah katogori sebuah kejahatan perusahan (Korporasi).”PT. PIM harus sesegera mungkin memperbaiki manajemen untuk mengurangi resiko kebocoran,”pinta Dedi Safrizal, kepada acehsumatra.co.id di Banda Aceh, Jumat (16/10)

Disampaikannya, kebocoran pipa gas amonia milik PT. PIM ini terus berulang. Sebelumnya pada tahun 2016 hal yang sama juga pernah tterjadi.Hal IInikata Dia harus mendapat perhatian serius, karena berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar pabrik.”Setahun sebelumnya atau pada Jumat siang, 25 Maret 2015, sebanyak 150 warga sekitar pabrik mengalami hal serupa. Enam warga harus menjalani perawatan intensif dan sisanya hanya mendapat perawatan ringan dan diperbolehkan pulang.”sebutnya.

Secara tegas Dedi meminta PT. PIM untuk bertanggung jawab terhadap para korban, bukan hanya pemulihan kesehatan, namun juga dampak lain yang ditimbulkan selama korban dirawat di rumah sakit.”Saya akan laporkan kondisi ini ke pimpinan dewan dan kolega di Komisi II, kami teman-teman di DPRA akan membahas permasalahan ini di parlemen. Bisa saja pembentukan pansus atau rekomendasi. Artinya, kita tidak ingin hal ini kembali terulang, karena selain berdampak buruk bagi masyarakat juga mengganggu kegiatan ekonomi warga di sekitar lokasi” tutupnya.

Komentar