ACEHSUMATRA.CO.ID, Jakarta – Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad MSM, menyambut baik keinginan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, untuk mengambil 300 Hektar lahan di kawasan KEK Arun dijadikan Otorita KEK Pariwisata.”KEK Pariwisata Arun bakal dapat menjadi objek wisata terintegrasi (integrated area tourism) antara wisata alam, wisata budaya hingga wisata MICE (MICE and events tourism),”terang Mempar pada peluncuran Kalender of Event (COE) Aceh 2019, di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat, (22/3)

Peluncuran COE Aceh 2019 Terdapat 100 agenda wisata di Aceh sepanjang 2019, tiga di antaranya masuk kalender event nasional, Mengusung tema “Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata 2019”, kegiatan ini turut dihadiri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.Kepala pemerintah kabupaten/kota, Kadis Pariwisata Aceh, dan sejumlah tokoh masyarakat Aceh Jakarta.

“Sangat konsisten menjadikan KEK Pariwisata Arun merupakan motivasi baru yang terintegrasi dalam memfungsikan destinasi wisata di Kota Lhokseumawe, primadona baru karena Lhokseumawe berada di tengah tengah provinsi Aceh,”kata Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad ditemui usai peluncuran COE Aceh 2019, di Jakarta.

Yusuf Muhammad, yakin KEK Pariwisata Arun dapat menjadikan Lhokseumawe 2 tahun kedepan memiliki produk wisata handal yang mampu menarik wisatawan berkunjung sebagaimana KEK Pariwisata daerah lain di Indonesia yang telah lebih dahulu jalan.”Kita saat sedang melobi membuka rute baru untuk penumpang veri Lhokseumawe-Malaysia.Ini menguntungkan kan kita terkait perpanjangan visa.Semoga Lhokseumawe disetujui sebagai salah satu tempat perpanjangan visa,”sebut Wakil Walikota.

Kadis Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin, terkait KEK Pariwisata Arun mengatakan Pemko Lhokseumawe tidak sendiri Plt Gubernur akan mensupport percepatan pembangunan KEK Pariwisata ini,”kalau memang KEK Arun bisa menyisihkan sedikit buat KEK Pariwisata tentunya Mempar akan mempercepat dan mensupport pengembangan wisata KEK Arun,”ujarnya, ditempat yang sama.

Dia menambahkan, untuk 10 Top Event Aceh disebutkan masing-masingnya Sabang Marine Festival (Sabang), Festival Ramadhan (Banda Aceh), Kemah Wisata (Simeulue), Aceh Culinary Festival (Banda Aceh), Pulau Banyak Festival (Pulau Banyak), Banda Aceh Coffee Festival (Banda Aceh), Danau Lut Tawar Festival (Aceh Tengah), Saman Gayo Alas Festival (Gayo Lues), Aceh Rapa’i Festival (Bireuen), dan Aceh Diving Festival (Sabang).

“Menariknya dari 10 Top Event Aceh tersebut, tiga even masuk dalam 100 of Event Wonderful Indonesia 2019 Kementerian Pariwisata,” ujarnya. Ketiga event dimaksud ialah Aceh Culinary Festival 2019, Saman Gayo Alas Festival, dan Sabang International Diving Festival.

Kepala Pariwisata Sabang, Faisal, wisata Sabang yakni Sabang Internasional Diving  kembali masuk dalam 100 event Wonderful Indonesia 2019.”karena ini sifat agenda nasional Pemko Sabang berkoordinasi langsung kepada Gubernur dan ke Mempar, daerah sifatnya hanya mendukung program ini,”ujarnya

Menurut Faisal salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Sabang yakni Sabang memiliki dua atraksi, budaya dan kegiatan pariwisata.”Wisman disini punya pasar khusus yakni “Minat Khusus di 23 titik sport Diving,”ungkap Faisal (zl)

Komentar