ACEHSUMATRA.CO.ID, Takengon – Masyarakat Aceh Tengah kembali dihebohkan dengan adanya informasi terkait peristiwa Ambruknya plafon Rumah sakit Umum Datu Beru jilid dua yang terjadi, Minggu, (11/08), waktu pelaksaan Shalat Idul Adha, kali ini terjadi diruangan Renggali, ruangan yang diperuntukkan sebagai ruangan rawat anak, setelah sebelumnya kejadian ambruknya plafon ini terjadi diruangan Kepies yang baru saja selesai pembangunannya.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Badan Layanan Umum Daerah RSU Datu Beru Aceh Tengah, dr Hardiyanis Sp.Pd, Senin (12/08) ketika di komfirmasi terkait informasi tentang kejadian ambruknya plafon gedung ruangaan rumah sakit tahap kedua ini.

“Iya benar, atap ruangan rumah sakit ambruk lagi, saya lagi pusing mikir masalah ini,” ujar Hardi diujung telpone selulernya.

“Apa yang harus saya lakukan, atap sudah jatuh, kan tidak mungkin saya harus angkat dan pasang Lagi,” jawab Hardi ketika ditanya langkah dan tindakan apa yang akan diambil pasca kejadian ini.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Acehsumatera.co.id, ambruknya plafon ini terjadi sekitar pukul 10.58 wib Minggu kemarin, atau beberapa menit setelah pelaksaan Shalat Idul Adha selesai dilaksanakan. Sempat terjadi kepanikan pada pasien yang sedang dirawat inap diruangan tersebut, karena para saat kejadian pasien hanya ditemani oleh keluarga wanita, sebab saudara laki-laki mereka sedang melaksanakan Shalat Id semua.

Sebagai mana pernah diberitakan oleh media, bahwa beberapa hari sebelumnya, kejadian ambruknya plafon ini juga pernah terjadi di ruangan Kepies, dimana saat itu, Hardi berkilah, ambruknya plafon diruangan Kepies murni karena kelebihan beban saja.

Seorang keluarga pasien, Sukri, mengaku sangat trauma dengan kejadian ambruknya plafon rumah sakit ini, bagaima tidak, Sukri mengaku sudah dua kali melihat dan mengalami kejadian seperti ini dengan depan mata sendiri.

Sebelumnya Sukri mengalami dan melihat langsung kejadian plafon jatuh diruang Kepies beberapa hari yang lalu, dimana saat itu Sukri mengaku sedang menjaga salah satu keluarganya yang sedang dirawat inap diruangan tersebut. Kali ini Sukri kembali menyaksikan dan mengalami kejadian ambruknya plafon untuk kedua kalinya disaat ia sedang menjaga anaknya yang dirawat inap diruangan Renggali tersebut.

“Sudah dua kali saya menyaksikan dan mengalami langsung kejadian jatuhnya atap ruangan rumah sakit ini, pertama diruangan Kepies beberapa hari yang lalu dan kedua kemarin, untung anak saya dirawat dikamar yang berbeda,” ujar Sukri.

Saalah seorang Kontraktor ternama di Takengon, Hamdan, yang diminta tanggapannya terkait kejadian ini, mengatakan, menurut Hamdan sudah berpuluh tahun menggeluti pekerjaan dibidang pembangunan gedung ini, ambruknya plafon tersebut Kemungkinan terjadi karena jarangnya tiang penyangga pada plafon tersebut.

“Saya duga ini terjadi karena tiang penyangga atau reng plafon jarang, bisa jadi ini karena ada pengurangan, sebab jika bahan plafon yang digunakan jenis PVC, itu kan bahan yang sangat ringan dan tidak ada unsur kelembapan, jadi Kemungkinan itu hanya karena jarangnya reng penyangga sehingga tidak mampu menampung beban plafon,” ujar Hamdan.(ROBBY)

Komentar