Kadis Perkim Aceh Tengah, Ir Armaida

ACEHSUMATRE.CO.ID, Takengon – Penyebab insiden ambruknya plafon bangunan dua ruangan Rumah Sakit Umum Datu Beru yang terjadi secara beruntun, mulai mendapat titik terang.Hasil penelusuran tim Pemda yang ditugaskan oleh Sekda Aceh Tengah, salah satu penyebab utama kejadian tersebut adalah kurangnya pengawasan pada proses pemasangan plafon.Berdasarkan keterangan Dirut rumah sakit adalah plafon jenis PVC

Sebagaimana keterangan Sekda pada insiden ambruknya plafon yang pertama pada bangunan ruangan Kepies Rumah Sakit Datu Beru, Sekda berjanji akan menelusuri penyebab insiden tersebut. Sekda menugaskan Kadis Perumahan dan Pemukiman Aceh Tengah, Armaida, untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.

Armaida yang dikomfirmasi, Selasa, (14/08/19) mengatakan pada pemasangan plafon jenis PVC, ada petunjuk aturan pemasangan yang harus diperhatikan, baik oleh tukang maupun tim pengawas, salah satu petunjuk atau aturan yang harus diperhatikan adalah pada tahap proses pemakuan atau pengeboran plafon pada tiang penyangga.

Seharusnya, kata Armaida, berdasarkan petunjuk aturan penggunaan plafon jenis PVC ini, tidak boleh menggunakan sistem bor listrik, dengan alasan, jika menggunakan sistem bor listrik, tingkat kontrol kerapatan paku bor tidak dapat disesuaikan dengan kebutuhan, hanya bergantung pada daya putar mesin bor yang dikendalikan oleh kekuatan listrik.

“Menurut pengamatan kita dilapangan, ada prosedur petunjuk aturan pakai yang dikesampingkan pada sistem pemasangan plafon tersebut, seharusnya tidak digunakan bor listrik, karena kalau dibor listrik, pasti mur atau paku bornya tertanam habis didalam plafon, sehingga daya tahan plafon berkurang,” terang Armaida.

Lebih lanjut Armaida menjelaskan, jikapun tukang menggunakan sistem bor manual pada pemasangan plafon Rumah Sakit Datu Beru yang ambruk, dapat dipastikan para tukang melakukan pengeboran sampai kandas, sehingga menekan dan merusak tekstur elemen pada plafon jenis PVC tersebut.

“Semua paku atau mur dibor habis secara kandas pada reng penyangga, sehingga daya tahan plafon tidak ada, hal ini dapat kita simpulkan berdasarkan fakta dilapangan dimana hampir semua paku atau mur perekat plafon masih menancap pada reng penyangga disaat plafon sudah ambruk,” jelas Armaida lagi.

Berdasarkan fakta yang ada itulah,  kata Armaida, kita menyimpulkan penyebab plafon itu ambruk adalah karena ada petunjuk penggunaan yang diabaikan disana dan ini bisa terjadi tentu saja karena kurangnya pengawasan dari pihak terkait dalam peroses pengerjaan gedung bangunan tersebut. (ROBBY)

Komentar