ACEHSUMATRA.CO.ID, Takengon – Ratusan mahasiswa Aceh Tengah – Bener Meriah yang tergabung dalam beberapa oraganisasi kemahasiswaan menggelar aksi penolakan aktivitas pertambangan emas yang dilakukan oleh PT Mineral Linge Resources dikawasan Linge Aceh Tengah, Jum’at, (30/08).

Aksi yang diawali dengan long march dari Gedung Olah Seni Takengon menuju kawasan Simpang Lima untuk menyampaikan orasi disana lalu menuju gedung DPRK Aceh Tengah.

Koordinator aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indoneaia, Satria Darmawan mengatakan aksi ini dilakukan untuk menuntut Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian ESDM untuk mencabut izin pertambang dan pengelolaan biji emas oleh PT MLR di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah.

Selanjutnya Satria juga mengatakan pihaknya menuntut Pemerintah Aceh Agar segera memperpanjang moratirium tambang di Aceh, mendesak lembaga dan anggota DPRK Aceh Tengah untuk sepakat menyatakan penolakan atas aktivitas pertambangan oleh PT MLR

Pada kesempatan tersebut, peserta demo juga mendesak DPRK Aceh Tengah agar segera menyurati Gubernur Aceh dan Presiden Republik Indonesia untuk segera mencabut izin usaha pertambangan PT MLR di Aceh Tengah.

Kemudian dalam orasinya, Satria juga mendesak Bupati Aceh Tengah menolak tambang dan tidak memberikan rekomendasi serta Aktivitas sosialisasi terhadap izin AMDAL yang dikrkuarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tengah.

“Kami sepakat untuk menolak tambang di Aceh Tengah demi keberlangsungan kehidupan generasi gayo kedepan nanti, karena dengan adanya aktivitas tambang di Aceh Tengah akan berdampak pada rusaknya populasi pertumbuhan tanaman kopi gayo yang sudah menjadi kopi berkualitas nomor satu didunia,”

Aksi berlangsung dengan tertib dan damai dibawah pengendalian dan pengawasan aparat Kepolisian dari Polres Aceh Tengah.(ROBBY)

Komentar