ACEHSUMATERA.CO.ID, Takengon – Memasuki enam bulan pelaksaan even Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2020 yang diadakan di Meulaboh, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Tengah, hingga saat ini baru menggelar rapat awal pembahasan persiapan mengikuti event tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kadis Parpora Aceh Tengah, Jumadil MK kepada Acehsumatera.co.id, Rabu, (11/09/19).

“Maaf saya sedang duduk bersama staf guna pembahasan awal untuk persiapan pengambilan langkah selanjutnya dalam rangka keikutsertaan pada event tersebut,” ujar Jumadil.

Sejauh ini, kata Jumadil, belum ada langkah apapun yang dilakukan pihaknya selain baru tahap pembahasan awal, dimana pada pembahasan awal ini, dirinya mengaku akan membahas tentang langkah-langkah atau tahapan yang akan dilakukan untuk kedepannya dalam rangka persiapan mengikuti event olahraga bergengsi ditingkat pelajar se Aceh ini.

“Belum ada pembinaan, karena kita baru pembahasan awal, nanti setelah ini, baru kita bentuk panitia Induk, lalu kita bentuk Panitia seleksi, setelah itu baru kita lakukan pembinaan setelah atlitnya lolos seleksi,” pungkasnya.

Salah seorang masyarakat yang juga praktisi olahraga, Syamsul Bahri, mengaku pesimis kontingen pelajar Aceh Tengah akan mampu meraih prestasi yang gemilang pada even POPDA 2020 Meluaboh tersebut.

Hal ini, kata Bahri, dilihat berdasarkan kesiapan Pemda yang dalam hal ini Disparpora selaku Lading Sektor kegiatan, yang sudah menjelang enam bulan perhelatan belum melakukan satu tahapan persiapanpun terkait kesiapan mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara, lanjut Bahri lagi, jika kita melihat atau membaca di media, daerah lain selain Aceh Tengah ada yang sudah melakukan pembinaan pelatihan atlit sejak bulan Maret yang lalu, dengan kata lain, ujarnya, berarti atlit daerah lain sudah berlatih sejak bulan Maret yang lalu, untuk mempersiapkan diri guna mengikuti event tersebut.

“Jika hingga saat ini, menjelang enam bulan pelaksaan kegiatan, Disparpora baru melakukan tahap awal, belum ada panitia Induk, belum ada panitia seleksi, belum ada seleksi tentunya, lalu kapan atlit akan berlatih, berapa lama waktu mereka berlatih, tentu sangat tidak maksimal, sehingga jangan bermimpi untuk mendapat hasil yang maksimal,” kata Bahri.

Seyogyanya, ujar Bahri, atlit sudah diseleksi dan dilatih jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan diselenggarakan, supaya kesiapan atlit baik fisik, strategi dan mental sudah full, agar mampu meraih target maksimal yang diharapkan. // ROBBY

Kadis Parpora Aceh Tengah, Jumadil MK SE

Komentar