Exif_JPEG_420
ACEHSUMATRA.CO.ID, Jakarta – Indonesia negeri tercinta senantiasa aman, damai dan terhindar dari konflik sosial dan anarkis, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak seluruh Rakyat Indonesia mendoakan bersama-sama.
“Marilah seluruh rakyat Indonesia bersama-sama mendoakan negeri tercinta agar senantiasa aman dan damai, terhindar dari konflik sosial dan tindakan anarkis yang memicu disharmoni dan penurunan kualitas generasi masa depan,” ujar Bambang Soesatyo, di kediamannya, Widya Chandra, Jakarta, Selasa (8/10) yang dihadiri ratusan kader Golkar dan masyarakat umum.
Sekaligus santunan bagi perempuan kepala keluarga dan anak yatim/piatu
bersama KETUA MPR-RI Periode 2019-2024.
Gelar doa dan zikir yag diinisiasi oleh para kader Perempuan Partai Golkar ini dilaksanakan untuk menjadi kontemplasi tentang pentingnya nilai-nilai spiritual dalam meraih asa dan kemenangan. “Manusia wajib berikhtiar terbaik, namun Tuhan jua lah yang menentukan warna sesungguhnya dari perjalanan hidup kita,” ujar Dina Hidayana, Ketua Penyelenggara.
Dina Hidayana, aktivis partai yang dalam hal ini sebagai Ketua Penyelenggara memyampaikan bahwa undang-undang atau peraturan bukan dibuat untuk dilanggar, tetapi untuk dilaksanakan atau disesuaikan
Perempuan Kepala Keluarga adalah ibu bangsa yang perlu dilindungi oleh negara dalam kehidupan dan penghidupannya, demikian pula anak yatim/piatu yang merupakan generasi masa depan.
Sementara itu, Ulla Nuchrawaty, Ketua Umum KPPG 2014-2017, menyampaikam bahwa peran dan eksistensi perempuan sangat penting dalam menentukan warna bangsa ini ke depan.Tanpa pelibatan perempuan di sektor-sektor strategsi justru akan semakin mengerdilkan arti penting mainstreamimg gender
Kyai Haji Zulfa, yang menjadi penceramah mengingatkan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, karena modalitas para pejuang memerdekakan bangsa ini karena gigih dan soliditas yang kokoh berlandaskan visi yang sama dalam meraih kemenangan.
Selain itu, kepemimpinan yang amanah menjadi landasan utama tentang keteladanan dan sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pimpinan dan kualitas kepemimpinan orang yang dimaksud.
Kaum yang terpinggirkan dan tidak terperhatikan hak nya sebagai individu dan warga masyarakat, seperti halnya Perempuan Kepala Keluarga yang bukan dilindungi oleh negara dan masyarakat, tapi justru sering mendapat perlakuam buruk, pandangan miring dimana cibiran serta, stereotype negatif dari masyarakat awam karena statusnya.”Negara harus hadir mengatasi penderitaan rakyat,”ujar Dina
Anak yatim adalah satu dari sekian generasi penerus bangsa yang dipundaknya pula masa depan negeri ini dipertaruhkan.Kewajiban negara dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal yang lemah untuk menjadi kuat, melindungi mereka dari kekerasan dalam bentuk apapun.
Di akhir acara, Bambang Soesatyo menyampaikan pesan penting untuk anak negeri agar tidak minder dan ragu melangkah meski bukan berasal dari dinasti politik, karena memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan memegang pucuk pimpinan.Dan Bambang Soesatyo sdh membuktikan bahwa sekalipun rakyat jelata, peluang dan mimpi itu bisa diraihnya dengan kerja keras  dan kerja cerdas.Meski kadang dalam beberapa hal jalan hidup mengalir menjemput takdir. Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR-RI menggaransi bahwa stabilitas politik akan menjadi tanggung jawabnya, hubungan eksekutif dan legislatif yang dinamis akan berjalan lebih bersahabat dan Presiden Jokowi dapat menjalankan fungsi eksekutif dengan sebaik-baiknya dan aman sampai akhir masa jabatan.
Komentar