ACEHSUMATRA.CO.ID, Bireun – Kelapa merupakan salah satu primadona hasil perkebunan bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, dalam menopang perekonomian masyarakat.Akibat permainan para tengkulak mengakibatkan anjloknya harga jual kelapa bulat maupun kelapa cungkil atau kopra di Bireun.

“Akibat permainan harga oleh para tengkulak yang membeli kelapa cungkil dan butir, baik di Aceh maupun di Medan, Sumatera Utara  merugikan petani kelapa,”ujar Abdurahman, petani kelapa setempat.

Oleh karena itu, gairah petani untuk memanen buah kelapa menurun disebabkan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh sangat tidak menguntungkan petani kebun kelapa, dibadingkan upah petik kelapa Rp 6000 – 8000/batang, ditambah biaya kupas Rp 20,000/seratus buah kelapa.

“Padahal dulu hasil panen  kelapa merupakan primadona bagi petani kebun kelapa yang bisa menopang perekonomian dan bahkan dapat membiayai pendidikan anaknya sekolah mulai jenjang pendidikan dasar sampai jadi sarjana” tutur rahman.

Petani disini menurut Abdurahman sangat mengharapkan kepada pemerintah agar mencari solusi supaya harga jual kelapa bisa kembali menggairahkan petani kebun kelapa.

Terpisah, Wandi Yusuf salah satu pengusaha pengolah CNO (Coconut Natural Oil) atau minyak kelapa murni yang beroperasi di Bireuen saat dikonfirmasi wartawan Acehsumatra.co.id di kantornya, Senin (8/10) mengatakan, selama ini memang bahan baku kelapa sangat sulit didapat sesuai target.Kesulitan memperoleh bahan baku kalapa dikarenakan kurangnya minat budidaya kelapa dan peremajaannya menjadi faktor yang sangat mendasar, ditambah lagi dengan banyak petani kelapa (coconut) yang beralih ke budidaya kelapa sawit.

Pemerintah dalam hal ini dinas terkait di Kabupaten Bireuen seharusnya menaruh perhatian khusus terhadap tumbuh kembang petani kebun kelapa dan perusahaan pengolah minyak kelapa murni di Bireuen.

Bila bahan baku kelapa pasokannya dari masyarakat lancar, pabrik pun dapat beroperasi dan tidak macet, dengan demikian banyak hal menguntungkan yang bisa dinikmati masyarakat dan pengusaha CNO di Bireuen termasuk bagi pemerintah Bireuen.

Keuntungan tersebut antara lain, harga jual kelapa di masyarakat bisa maksimal, sehingga membantu petani dalam mencukupi kebutuhan hidup dan rumah tangganya.Pengusaha pengolah Coconut Natural Oil (CNO) bisa beroperasi dengan lancar atau tidak mengalami kemacetan produksi.

Kemudian, dapat membuka lapangan pekerjaan lebih luas bagi penduduk lokal dan peningkatan pemberdayaan masyarakat, serta secara Otomatis membantu menghasilkan Pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen.(wardi)

Komentar