ACEHSUMATRA.CO.ID, Takengon – Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi mengaku sangat kesal terhadap adanya statmen yang menyatakan bahwa kopi gayo ditolak ekspornya oleh beberapa negara karena terindikasi mengandung zat kimia yang dihasilkan dari pestisida pembasmi hama rumput.

“Saya sangat menyesalkan adanya statmen yang menyatakan bahwa pihak negara buyer kopi gayo menolak membeli kopi gayo karena terindikasi mengandung zat kimia, itu tidak benar, karena kita baru saja mengirim kopi ke Amerika, Jerman dan Tailand, buktinya mereka masih terima koq,” ujar Tgk Sarkawi yang ditemui disela-sela kegiatan temu ramah dengan Komandan Bataliyon Raider 114 Satria Musara di Mayon Raider 114 Bener Meriah, Sabtu, (12/10/19).

Menurut Bupati yang sebelumnya adalah Wakil Bupati dari pasangsn Bupati Ahmadi yang sudah dijebloskan penjara oleh KPK karena tersandung kasus grafitasi ini, ada dua kemungkinan yang menjadi dasar dikeluarkannya statmen sesat ini oleh seorang pemilik koperasi yang juga eksportir kopi tersebut, yang Pertama adalah crime blending coffie, dimana para pedagang menyampur kopi gayo dengan kopi dari luar gayo, yang kedua permainan perdagangan.

“Ada dua kemungkinan yang menjadi faktor disebarkannya isue ini, yang pertama blending coffie gayo dengan kopi yang dipasok dari luar gayo, yang kedua isue ini dihembus guna permainan perdagangan karena memasuki masa panen kopi,” ujar bupati.

Jadi, lanjut Abuya, jika satu koperasi atau pengekspor yang kopi nya ditolak oleh negara buyer kopi, jangan langsung mengeneralisir seluruh kopi gayo sudah ditolak oleh negara buyer, karena diduga mengandung kimia. Hal ini jelas tidak baik dan dapat menimbulkan keresahan pada petani.

Terkait masalah ini, Abuya mengaku sudah memanggil Kepala Dinas Pertanian untuk dimintai laporan terkait masalah ini serta diperintahkan untuk segera mencari solusinya, disamping itu, beliau juga memerintahkan Kadis Pertanian untuk mengumpulkan seluruh Petugas Penyuluh Lapangan agar secepat mungkin melakukan sosialisasi ke para petani terkait hal ini.

“Kami sudah panggil Kadis Pertanian, untuk melaporkan perkembangan dilapangan serta kita perintahkan sesegera mungkin mencari solusi terkait isue ini, kira juga sudah printahkan Kadis Pertanian, untuk mengumpulkan para PPL untuk mensosialisasikan masalah ini ke petani langsung,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abuya berharap kepada para petani agar tidak terpengaruh dengan isue ini, karena, menurut Abuya, kopi gayo hingga saat ini masih kopi yang terbaik kualitasnya didunia.

ROBBY

Komentar