Exif_JPEG_420

ACEHSUMATRA.CO.ID, Jakarta -/Butir-butir MoU Helsinki yang belum terealisir, menjadi harapan Rakyat Aceh pada periode kedua kepemimpinan Pak Jokowi untuk merealisasikan kesepakatan damai antara Aceh dan Indonesia yang tertuang dalam butir-butir MoU Helsinki.

Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden yang baru dilantik dapat menuntaskan poin-poin krusial dalam MoU Helsinki,”Harap Ketua Gerindra Aceh, H.Ir. TA Khalid, usai menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (20/10)

TA Khalid, Anggota DPR RI dari Dapil Aceh 2 ini, mendesak Presiden Jokowi agar satu butir pun dari pasal yang tercantum dalam MoU Helsinki itu terbiarkan,”Kita tidak mau butir perjanjian itu terbiarkan karena, secuil perjanjian apabila tidak ditepati akan menjadi bara,”kata TA Khalid.

Apalagi dari pengalaman sudah terbukti, bahwa beberapa kali pihak Indonesia mengingkari perjanjian, misalnya perjanjian antara Soekarno dengan Tgk Daud Bereueh, tidak dilaksanakan oleh Republik maka terjadi konflik pada tahun 1953 DI/TI, setelah itu terjadi kembali perdamaian yan disebut Ikrar Lamteuh.Ikrar ini juga tidak ditepati kembali terjadi konflik yaitu Gerakan Aceh Merdeka atau GAM yang berakhir dengan perjanjian MoU Helsinki.

“Sebagai wakil rakyat Aceh di Senayan, berharap, memohon kepada Republik agar perjanjian yang ketiga kali ini jangan lagi bohongi Aceh.Saya tidak mau Aceh berkonflik lagi, saya tidak mau Aceh berdarah lagi, harapan saya tolong selesaikan semua perjanjian yang telah disepakati, agar tidak memicu bara api menuju konflik kembali,” harap TA Khalid, yang memohon pada Presiden Jokowi yang baru dilantik agar Republik Indonesia menepati janjinya kepada Aceh.

Komentar