Exif_JPEG_420
ACEHSUMATRA, Jakarta –  Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) mengelar diskusi publik “Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan” di Hotel Grend Alia Cikini, Jakpus, Rabu, 30 Oktober 2019
Hadir sebagai pembicara diantatanya:
1. Anggota DPR Farah Puteri Nahlia
2. Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno
3. Ketum PB HMI Saddam Al Jihad
Modetor: Presiden Asia Afrika, Beni Pramula
 “Tema seminar yamg diselelenggarakan DPP PGK hari Ini, mengaitkan spirit dengan tantangan bangsa Indonesia saat ini dan di masa depan bagaimana kita menggelorakan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 91 tahun lalu untuk memperkokoh persatuan bangsa sekaligus menjadi pendorong agar kita dapat menjadi bangsa pemenang di era kemajuan teknologi dan kerasnya persaingan global,” kata Ketua Umum DPP PGK, Bursah Zarnubi, pada  sambutannya, di hotel setempat, Rabu (30/10)
Menurut dia, jika bersama harus selalu memiliki kesadaran kolektif bahwa Indonesia adalah negara besar yang sangat majemuk tanah air kita terbentang dari Sabang sampai Merauke terdiri dari 17 ribu pulau besar dan kecil begitu luas hingga terbagi dalam tiga zona waktu penduduk Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 267 juta yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota selain tersebar di banyak pulau penduduk Indonesia juga terdiri dari banyak ras terdiri dari 700 lebih Suku dengan adat dan tradisinya masing-masing memiliki 1000 lebih bahasa daerah dan memeluk keyakinan agama yang tidak sama tidak banyak negara di dunia yang penduduknya demikian majemuk seperti Indonesia.
Dengan kemajemukan seperti itu aset utama bangsa Indonesia adalah persatuan toleran terhadap perbedaan kerukunan kekompakan dan persaudaraan bersatu di tengah keberagaman sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis di kaki garuda pancasila lambang negara Indonesia
 
” kita berhutang Budi kepada para pendiri bangsa yang usia muda menyelenggarakan Kongres Pemuda 2 di Jakarta pada 27 28 Oktober 1928 di tengah kuatnya cengkraman kolonial Belanda saat itu sejumlah tokoh pemuda yang semula mewakili organisasi kerukunan dan kedaerahan seperti Jong Java Jong Ambon Jong Sumatera Bond dan lain-lain Pada kongres tersebut Mencetuskan Sumpah Pemuda berisi pengakuan atau pernyataan bertanah air satu tanah air Indonesia berbangsa satu bangsa Indonesia berbahasa satu bahasa Indonesia saat penutupan Kongres Pemuda II gua juga diperdengarkan untuk pertama kali lagu Indonesia Raya Karya WR Supratman meski hanya dimainkan secara instrumental,”pungkas Bursah
Komentar