ACEHSUMATRA.CO.ID, Jakarta – Ir. H. T.A. Khalid, MM, Wakil Ketua Forum Bersama (FORBES) DPR-DPD RI asal Aceh memimpin rapat silaturahmi antara anggota DPR/DPD RI asal Aceh dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), H Muzakir Manaf (Mualem) dan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar.

“Mualem sengaja mengundang seluruh Anggota DPR DPDRI asal Aceh baik Dapil Aceh maupun diluar Aceh untuk bersilaturahmi dengan Wali Nanggroe agar dapat terbangun hubungan yang akrap dan gerakan yang sinergis antara Forbes dengan Partai Lokal di Aceh dan juga Lembaga Wali Nanggroe serta pemerintahan Aceh dalam memperjuangkan kewengangan dan kekhususan Aceh yang sudah 14 tahun belum juga tuntas,”ujar Khalid, dalam silaturahmi itu, di Grand Sahid Hotel – Jakarta. Kamis, (14/09)

Ketua Umum DPA PA H. Muzakir Manaf (Mualim) pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat atas kepercayaan rakyat kepada semua Anggota DPR-DPD RI asal Aceh, baik dari dapil Aceh maupun dari dapil luar Aceh, dan Mualem mengajak dan berharap kepada seluruh Angota DPR DPD RI asal Aceh agar serius dan fokus dalam memperjuangkan kewenangan dan kekhususan Aceh sebagaimana yang telah disepakati antara RI-GAM dalam MoU Helsenki.Begitu pula pemerintah pusat, kita berharap agar tidak mengulur-ngulur waktu lagi dalam melakukan pelimpahan kewenangan Aceh agar tidak menimbulkan kejenuhan dan rasa kecewa  rakyat Aceh dalam menanti realisasi janjinya pemerintah Pusat.

Seluruh anggota DPR-DPRI yang hadir, menyambut baik dan berkomitmen untuk seiring langkah dan berjuang bersama agar semua janji pemerintah pusat dapat segera direalisasikan.

“Kami semua telah bersepakat bahwa Forbes 2019-2024 ini kita fokuskan sebagai wadah bersama wakil rakyat Aceh di senayan dalam memperjuangkan hal-hal yang strategis demi pentingan aceh,”ucap Khalid

Wali Nanggroe PYM. Malik Mahmud Al Haytar juga menyampaikan rasa terharu dan bahagianya dapat bersilaturahim dengan Forbes wakil rakyat Aceh di Senayan.”Saya berharap hubungan ini terus terjaga dan terbina agar hak dan kewenangan Aceh sebagaimana yang telah dijanjikan pemerintah RI dalam MoU Helsenki dapat segera dituntaskan.
Pemerintah pusat harus menghargai pengorbanan harta, darah dan nyawa rakyat Aceh, maka perjanjian damai antara RI-GAM harus segera dilunasi sebagaimana yang telah dijanjikan,”pinta PYM. Malik Mahmud Al Haytar

Hadir dalam pertemuan tersebut Wali Nanggroe PYM. Malik Mahmud Al Haytar beserta rombongan, Ketua DPA PA Muzakir Manaf, didampingi oleh Sekjen PA Kamaruddin Abubakar, Tgk Aiyub Abas Bupati Pijay dan anggota Forbes DPR-DPD RI yang nampak hadir Dr. Abdullah Puteh, Muslim, SHi, MM. Illiza Saaduddin Djamal, SE. H. Irmawan, MM. Drs. H. Anwar Idris, Ilham Pangestu, Muslim. SHi, MM. H. Fachrul Razi, M. IP dan H. Sudirman (H. Uma) serta Muhammad Husni, SE anggota DPR RI asal Aceh, Fraksi Gerindra Dapil Sumatera Utara 1.(z/ril)

Komentar