ACEHSUMATRA, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limppo menjelaskan, strategi penambahan kuota ekspor di periode II Presiden Joko Widodo, hari ini terbukti Indonesia tahun ini bisa memperluas ekspor daging ayam olahan ke pasar Jepang dan Timor Leste, sebelumnya ke Papua Nugini.
“Presiden bilang jangan banyak bicara impor lagi kapan bicara ekspor. Impor itu memang tidak haram. Tapi kalau segala cara yang dilakukan di dalam negeri tidak bisa lagi baru lah impor. Toh kita bisa, hari ini kita bisa buktikan bisa kirim produk ke Jepang,” kata Mentan, Syahrul Yasin Limppo saat pelepasan ekspor ayam olahan di PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, Ancol Jakarta Utara, Minggu (24/11).
Menurut Komisaris Utama Charoen Pokphand T Hadi Gunawan, sejumlah 16 kontainer yang dikirim untuk dua negara tujuan yakni Timor Leste dan Jepang, terbagi menjadi 5 kontainer berisi griller dan 10 kontainer pakan akan dikirim ke Timor Leste. Selain itu, satu kontainer produk olahan ayam akan dikirim ke Jepang.
PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, sebelumnya pada 2017, telah mengekspor ayam olahan ke pasar Papua Nugini. Kali ini,  menurut Komisaris Utama Charoen Pokphand T Hadi Gunawan, pihaknya melakukan pengiriman 16 kontainer produk olahan ayam, griller ayam dan pakan ayam.
“Dengan ekspor kali ini PT CPI telah genap mengekspor sebanyak 200 kontainer. Kemudian di tahun 2018, PT CPI berhasil memasuki pasar Timor Leste dan Jepang. Tercatat selama tahun 2018, PT CPI sudah mengekspor sebanyak 3 kontainer produk olahan ayam dan griller ayam, 20 kontainer pakan ayam, dan 82.000 ekor anak ayam umur sehari (DOC) dikirim ke Timor Timur dan 3 kontainer olahan ayam ke Jepang,” jelas T Hadi.
Sementara itu, ke depan, kata dia pihaknya menargetkan bisa mengekspor sebanyak 431 kontainer ke tiga negara tujuan yang sudah ada pada 2020. “Kami harap bisa memperluas pasar ekspornya ke beberapa negara lainnya seperti Singapura, Arab Saudi dan Timur Tengah,” pungkasnya.
Komentar