ACEHSUMATRA.CO.ID, Jakarta – Daya tarik peringatan Zikir Akbar Mengenang Tsunami Aceh dan Gempa Pidie Jaya, di Mesjid Raya Palapa Baitussalam, Pasar Minggu, Jakarta, mampu menyedot perhatian Tokoh Aceh Internasional dan Dua Ribu Jamaah untuk datang dan larut dalam zikir dan doa mengenang peristiwa Tsunami Aceh lima belas tahun lalu.

Tokoh Aceh Internasional asal Malaysia Datuk Mansyur Bin Usman, President Komuniti Melayu Acheh Malaysia, dan tokoh Aceh dari Belanda, Fadlullah Tripa, para tokoh masyarkat Aceh di Jakarta, mantan Wagub Aceh, M Nazar, mantan Bupati Pidie, Sarjani, Wakil Bupati Pidie Jaya, dan masyarakat Aceh dari Jabodetabek sekitarnya yang diperkirakan mencapai dua ribu jamaah hadir pada acara yang digelar oleh Forum Persaudaraan Masyarakat Aceh Jabodetabek sekitarnya, Sabtu (14/12/2019)

Sejak sore para jamaah sudah berdatangan memadati Mesjid Raya Palapa.Sebelum acara pokok yakni zikir dan doa jamaah melaksanakan salat maqrib berjamaah, kemudian jamaah zikir disuguhkan acara kenduri ala pengungsi Tsunami, pemutaran film Tsunami, pertunjukan Rapa’i Seurunee Kalee, dan Tari Ratoh Jaroe.

Selepas salat Isya, acara dimulai dengan
pembacaan Alquran dan salawat kepada Nabi Muhammad dipimpin qari asal Aceh, Takdir Feriza Hasan yang pernah juara MTQ Internasional di Turki serta Iswandi, pemenang MTQ Internasional di Brunei Darussalam, mengawali pembukaan acara.Kemudina doa dan zikir, dipimpin oleh Syeh Zamhuri Ramli Al-Hafidz, Imam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Sebelumnya, salah seorang tokoh Aceh asal Malaysia Datuk Mansyur Bin Usman, mewakili jamaah memberi sambutannya, menyerukan agar masyarakat Aceh dimana pun berada senantiasa menjalin hubungan silaturrahmi,”Sesama peguyuban masyarat Aceh di perantauan harus menjaga kekompakan,”ajak Datuk Mansyur

Ketua Panitia, Haji Rizani, usai acara mengatakan kegiatan ini mengenang sekaligus refleksi musibah Tsunami pada 26 Desember 2004 dan gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireun pada 7 Desember 2016.”Kita mengirimkan doa kepada saudara-saudara kita yang jadi korban,”ujar Rizani

Selain itu, Haji Rizani mengajak masyarakat Aceh untuk menjaga persatuan, menjaga silaturrahmi sesama warga Aceh di perantauan, dan bersama-sama membangun bangsa, wa bil khusus membangun Aceh yang kita cintai.

Komentar