ACEHSUMATRA.CO.ID, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai yang memiliki struktur badan dan sayap yang sangat lengkap.

Muslahuddin Daud, Ketua DPD PDIP Aceh, berkeyakinan PDIP di Aceh akan eksis dan mendapat kembali kepercayaan dari publik Aceh dengan melakukan konsilidasi kedalam “Untuk menuju kesana tentu saja tugas pokok yang harus selesai adalah menyusun kepengurusan partai yang lengkap mulai dari propinsi sampai tingkat dusun, itulah sebenarnya tugas kita,”kata Muslahuddin ketika dimintai keterangannya terkait kemampuan medongkrak suara PDIP Aceh yang jauh anjlok dalam Pileg kemarin, di Rakernas I PDIP di JExpo Kemayoran Jakarta.

Selain struktur partai menurut Muslahuddin, ditambah badan dan sayap harus selesai kita rekrut distruktur kepengurusan PDIP Aceh.Artinya persoalan selama ini di intetnal PDIP Aceh ini sudah selesai 50 sampai 60 persen, tinggal kemudian kita mencoba melakukan direvasi pembangunan yang menjadi agenda nasional menjadi agen untuk mengampanyekan program pemerintah yang dilakukan secara terpusat dilevel presiden sampai dengan kepala daerah artinya apa, bahwa kita coba melihat tidak hanya partai dalam kontetasi politik saja, tetapi dalam menjalankan roda pembangunan pun kita berusaha bisa ikut merumuskan kebijakan itu

“Nah!Rakernas hari ini adalah bagian dari itu, dimana dalam Rakernas ini banyak sekali pengetahuan yang harus dimiliki oleh para kader.Baik itu materi pengembangan internal partai maupun program pemerintah yang kemudian akan melahirkan kebijakan politik baru yang akan diusung oleh partai,”katanya

Oleh karenanya turunan dari Rakenas ini menjadi plarform kerja bagi kami dilapangan.”Artinya apa? Ada hal-hal yang sifatnya menjadi bahagian dari aspirasi masyarakat mesti disampaikan, meskipun Aceh dari PDIP tidak memiliki wakil di Senayan, tetapi karena konsep kita partai gotong royong Aceh tetap bisa menyalurkan aspirasi melalui 128 anggota DPR RI dari PDIP,”ujar Muslahuddin

Terkait minim kepercayaan publik Aceh terhadap PDIP menurut Muslahuddin tentu saja kerja-kerja politik tidak instan, kerja partai kerja butuh waktu panjang,”pengetahuan kapasitas yang dihasilkan dari Rakernas ini paling tidak membantu elektabilitas,”pungkasnya (zal)

Komentar